Mitos atau Fakta: Benarkah Memotong Kuku di Malam Hari Bisa Memperpendek Umur atau Mengundang Nasib Buruk?

Mitos atau Fakta: Benarkah Memotong Kuku di Malam Hari Bisa Memperpendek Umur atau Mengundang Nasib Buruk?

19 Desember 2025 | 10:44

Keboncinta.com--  Di tengah masyarakat, beredar kepercayaan bahwa memotong kuku di malam hari dapat memperpendek umur atau mengundang nasib buruk. Larangan ini sering disampaikan sebagai nasihat turun-temurun, bahkan dikaitkan dengan nilai agama. Namun, benarkah anggapan tersebut memiliki dasar dalam khazanah Islam, atau sekadar mitos budaya yang bercampur dengan keyakinan?

Dalam ajaran Islam, tidak ditemukan dalil Al-Qur’an maupun hadis sahih yang menyebutkan larangan memotong kuku di malam hari. Tidak pula ada keterangan bahwa perbuatan tersebut dapat memperpendek umur atau membawa kesialan. Dengan demikian, mengaitkan waktu memotong kuku dengan nasib buruk tidak memiliki landasan syariat.

Islam justru memandang memotong kuku sebagai bagian dari fitrah. Rasulullah SAW bersabda bahwa memotong kuku termasuk dalam lima perkara fitrah, bersama dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis, dan berkhitan. Anjuran ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tubuh adalah bagian dari ibadah dan kesempurnaan iman, tanpa dibatasi waktu tertentu.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu memotong kuku bersifat fleksibel. Baik dilakukan pagi, siang, maupun malam, semuanya dibolehkan selama tujuannya untuk menjaga kebersihan. Tidak ada keutamaan atau larangan khusus terkait malam hari. Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa memotong kuku dianjurkan ketika kuku sudah panjang dan berpotensi menyimpan kotoran.

Lalu, dari mana asal mitos tersebut? Secara historis, larangan memotong kuku di malam hari lebih berkaitan dengan faktor keselamatan di masa lampau. Pada zaman sebelum adanya penerangan yang memadai, memotong kuku di malam hari berisiko melukai jari. Larangan ini kemudian diwariskan sebagai nasihat, namun berkembang menjadi mitos yang dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi tathayyur, yaitu keyakinan bahwa suatu perbuatan atau waktu tertentu membawa sial. Keyakinan semacam ini bertentangan dengan tauhid, karena nasib baik dan buruk sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT, bukan pada aktivitas sehari-hari yang tidak berdasar syariat.

Kesimpulannya, anggapan bahwa memotong kuku di malam hari dapat memperpendek umur atau mengundang nasib buruk adalah mitos, bukan ajaran Islam. Dalam perspektif khazanah Islam, yang lebih penting adalah menjaga kebersihan dan niat yang baik. Dengan meluruskan pemahaman, umat Islam dapat menjalankan ajaran agama secara rasional, bersih dari takhayul, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Tags:
Khazanah Islam Adab Muslim Literasi Islam Anti Takhayul

Komentar Pengguna