Mengapa Puisi Itu Indah? Memahami Diksi, Rima, dan Majas

Mengapa Puisi Itu Indah? Memahami Diksi, Rima, dan Majas

26 November 2025 | 18:07

Keboncinta.com-- Mengapa puisi terasa indah ketika dibaca? Karena puisi adalah karya sastra yang mengandung makna mendalam sekaligus menyimpan keindahan dalam setiap baitnya. Di dalam puisi, penyair menghadirkan diksi, rima, dan majas untuk memperindah karya dan menambah kekuatan ekspresi.

Keindahan dalam Puisi: Apa yang Membuatnya Spesial?

Puisi tidak hanya menyampaikan pesan dari penyair kepada pembaca, tetapi juga menghadirkan emosi yang diwujudkan melalui kata-kata. Kombinasi antara pilihan kata, bunyi, dan gaya bahasa memberi pengalaman membaca yang unik. Pembaca seolah dapat merasakan apa yang tertuang dalam setiap larik puisi. Karena itu, kreativitas penyair menjadi kunci dalam menciptakan kata-kata yang indah dan bermakna.

Diksi: Seni Memilih Kata

Diksi adalah pemilihan kata yang tepat, indah, dan penuh makna. Diksi berfungsi memperkuat pesan, membangun suasana (melankolis, sedih, bahagia, misterius), sekaligus menjadi ciri khas penyair.
Contoh: sunyi dan sepi memiliki makna mirip, tetapi rasa yang dihadirkan berbeda.

Rima: Irama yang Menghidupkan Puisi

Rima adalah pengulangan bunyi pada akhir baris atau dalam baris. Rima dapat berbentuk rima akhir, rima awal, rima penuh, dan sebagainya.

Contoh pola rima: a-a-b-b, a-a-a-a, a-b-a-b.

Contoh bait rima a-a-b-b:

Kali ini, aku berkelana,

Menyelusuri jalan yang tak tahu ujungnya

Ku mohon, selimuti aku dengan ketenangan

Hingga langkah ini sampai pada tujuan

Fungsi rima:

  1. Membuat puisi enak dibaca.
  2. Menambah musikalitas.
  3. Memperkuat suasana dan pesan.

Majas: Gaya Bahasa yang Mempesona

Majas adalah gaya bahasa kias untuk memperindah dan memperkuat makna puisi.

Jenis majas yang sering digunakan:

  1. Personifikasi – memberi sifat manusia pada benda.

Contoh: Angin malam berbisik pelan di telingaku.

  1. Metafora – perbandingan tidak langsung.

Contoh: Kau adalah mentari dalam hidupku.

  1. Simile – perbandingan dengan kata seperti/bagaikan.

Contoh: Wajahmu berseri seperti purnama.

  1. Hiperbola – melebih-lebihkan.

Contoh: Tangisku membanjiri malam.

Keindahan puisi muncul dari kombinasi diksi, rima, dan majas. Penyair memainkan bunyi, makna, dan imaji secara bersamaan sehingga melahirkan karya yang indah dan menyentuh.
Jadi, jika kamu ingin menulis puisi, jangan lupa selipkan tiga unsur utama tersebut agar pembaca dapat menikmati dan merasakan apa yang ingin kamu sampaikan.

Tags:
Puisi Bahasa Indonesia Karya Sastra Keindahan Puisi

Komentar Pengguna