Mengapa Amfibi Bisa Bernapas Lewat Kulit? Begini Rahasia Adaptasi Dua Alam Amfibi

Mengapa Amfibi Bisa Bernapas Lewat Kulit? Begini Rahasia Adaptasi Dua Alam Amfibi

08 Desember 2025 | 18:56

TentangGuru.com-- Amfibi dikenal sebagai hewan yang unik karena mampu hidup di dua dunia, air dan darat. Keistimewaan ini tidak hanya terkait habitatnya, tetapi juga sistem pernapasannya yang sangat berbeda dari organisme lain.

Amfibi memiliki kemampuan bernapas melalui kulit, paru-paru, dan rongga mulut, sebuah adaptasi biologis yang membuat mereka mampu bertahan di lingkungan yang beragam.

Salah satu keajaiban terbesar amfibi adalah respirasi cutaneous, yaitu kemampuan bernapas melalui kulit. Tidak seperti manusia yang sepenuhnya bergantung pada paru-paru, kulit amfibi berperan sebagai organ vital untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Struktur sel epidermis khusus memungkinkan difusi gas langsung masuk ke aliran darah tanpa memerlukan proses kompleks.

Baca Juga: Keajaiban Navigasi Penyu: Pulang Ribuan Kilometer untuk Bertelur, Namun Habitatnya Terancam

Agar proses tersebut berjalan optimal, kulit amfibi harus selalu dalam kondisi lembap. Kelenjar lendir di permukaan kulit menjadi komponen penting untuk menjaga kelembapan sekaligus melindungi tubuh dari infeksi.

Ketika berada di air, spesies seperti katak dan salamander lebih banyak mengandalkan kulitnya untuk bernapas karena efisiensi pertukaran gas jauh lebih tinggi dibandingkan saat berada di darat.

Namun, ketika amfibi beraktivitas di darat, paru-paru sederhana mereka mulai berfungsi sebagai alat bantu pernapasan tambahan.

Selain itu, sistem buccopharyngeal, yaitu proses pernapasan melalui rongga mulut dan faring, memberikan amfibi kemampuan tambahan untuk bertahan di lingkungan kering atau minim oksigen.

Baca Juga: Pemulihan Pendidikan: Infrastruktur dan Pelatihan Guru Diperkuat di Aceh dan Sumbar

Adaptasi ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi mereka untuk bertahan hidup di kondisi ekstrem, dari rawa lembap hingga tanah kering.

Meski memiliki sistem pernapasan yang mengagumkan, amfibi sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Kerusakan habitat, polusi air, dan perubahan iklim menjadi ancaman serius yang mengganggu keseimbangan ekosistem dan menghambat proses respirasi.

Jika kulit mereka mengering atau terpapar polutan berbahaya, kemampuan bernapas dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan kematian.

Para peneliti lingkungan menegaskan bahwa menjaga habitat alami amfibi bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tetapi juga mempertahankan sistem biologis yang unik di bumi.

Baca Juga: Pemulihan Pendidikan: Infrastruktur dan Pelatihan Guru Diperkuat di Aceh dan Sumbar

Hilangnya populasi amfibi dapat memutus rantai ekologi yang sudah terbentuk selama jutaan tahun. 

Melalui pemahaman atas keunikan sistem pernapasan amfibi, kita diingatkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki cara bertahan hidup yang menakjubkan.

Tanggung jawab kita sebagai manusia adalah menjaga agar keajaiban alam ini tetap lestari, demi keseimbangan ekosistem dan masa depan bumi yang lebih harmonis.***

Tags:
Sains hewan terancam punah dunia hewan

Komentar Pengguna