Keboncinta.com-- Lelah tidak selalu tampak secara fisik. Ada juga lelah batin yang diam-diam menggerogoti. Banyak orang terlihat kuat, padahal menyimpan lelah yang tak pernah diucapkan kepada siapa pun. Saat seseorang menceritakan rasa lelahnya, bukan berarti ia mencari pengakuan. Ia hanya ingin dipahami, atau sekadar didengar. Lelah seperti apa yang selama ini tidak pernah kamu ceritakan?
Makna Lelah yang Sering Diabaikan
Lelah bukan hanya tentang tubuh, tetapi juga tentang pikiran dan perasaan. Tubuh bisa lelah karena aktivitas yang padat, sementara pikiran dan perasaan bisa lelah akibat terlalu banyak tuntutan, ekspektasi, dan tekanan baik dari lingkungan maupun dari diri sendiri. Budaya yang menganggap “harus selalu kuat” membuat banyak orang memilih diam, hingga rasa lelah itu menumpuk tanpa disadari.
Mengapa Lelah Sering Dipendam
Lalu, bagaimana denganmu? Apakah lelahmu diceritakan, atau justru dipendam?
Bentuk Lelah yang Tidak Terlihat
Tetap menjalani aktivitas, meski tubuh, pikiran, dan perasaan sudah sangat lelah.
Terlihat baik-baik saja, padahal banyak masalah yang disembunyikan.
Hidup terus berjalan, sementara luka dan lelah tetap dipendam.
Merasa capek terus-menerus karena masalah yang menumpuk dan tak pernah diceritakan.
Setiap lelah yang tidak diungkapkan akan menimbulkan dampak bagi diri sendiri.
Dampak Memendam Lelah Terlalu Lama
Belajarlah untuk mengakui lelah dalam diri. Kamu bisa memulainya dengan bercerita kepada orang yang kamu percaya tentang hal-hal yang sudah terlalu lama kamu simpan sendiri.
Lelah bukan berarti lemah. Lelah yang diucapkan adalah awal dari pemulihan diri. Tidak semua orang harus kuat setiap saat. Kamu boleh berkata bahwa kamu capek. Kamu berhak berhenti sejenak dan beristirahat.