Sejarah
Admin

Kisah Raja Baldwin IV dan Kekalahan Telak Pasukan Salib oleh Salahuddin Al-Ayyubi di Yerusalem

Kisah Raja Baldwin IV dan Kekalahan Telak Pasukan Salib oleh Salahuddin Al-Ayyubi di Yerusalem

17 Januari 2026 | 17:13

Keboncinta.com-- Sejarah Perang Salib mencatat pertemuan dua tokoh besar yang hingga kini dikenang dunia: Raja Baldwin IV dari Yerusalem dan Salahuddin Al-Ayyubi, panglima Muslim yang dikenal karena kecerdasan strategi dan keluhuran akhlaknya.

Pertemuan dua kekuatan ini menjadi titik balik yang menentukan nasib kekuasaan Tentara Salib di Timur Tengah.

Raja Baldwin IV dikenal sebagai penguasa muda Kerajaan Yerusalem yang menderita penyakit kusta sejak usia belia. Meski kondisi fisiknya terus melemah, Baldwin tetap menunjukkan kepemimpinan yang tangguh dan kecerdasan militer di medan perang.

Ia beberapa kali berhasil menahan laju pasukan Muslim dan mempertahankan eksistensi kerajaan Salib di tanah suci.

Baca Juga: Dari Konsili Clermont ke Yerusalem: Kisah Perang Salib Pertama dan Awal Ketegangan Panjang Timur dan Barat

Namun, situasi berubah setelah munculnya Salahuddin Al-Ayyubi sebagai pemimpin pemersatu dunia Islam. Salahuddin tidak hanya unggul dalam kekuatan militer, tetapi juga piawai menyatukan Mesir, Suriah, dan wilayah sekitarnya di bawah satu komando.

Persatuan inilah yang menjadi modal utama dalam menghadapi Tentara Salib yang terpecah oleh konflik internal.

Ketegangan memuncak setelah wafatnya Raja Baldwin IV. Kerajaan Yerusalem kehilangan figur pemimpin yang disegani dan stabil.

Kepemimpinan yang lemah, ditambah perselisihan di kalangan bangsawan Salib, membuat pertahanan mereka semakin rapuh. Kondisi ini dimanfaatkan dengan cermat oleh Salahuddin Al-Ayyubi.

Baca Juga: Kisah Robert St. Albans, Pemimpin Templar yang Memilih Islam dan Ikut Berperang bersama Salahuddin Melawan Pasukan Salib

Puncak kekalahan Tentara Salib terjadi dalam Perang Hattin tahun 1187. Dalam pertempuran ini, pasukan Salahuddin berhasil mengepung dan menghancurkan kekuatan utama Tentara Salib.

Strategi perang yang matang, penguasaan medan, serta disiplin pasukan membuat kemenangan berpihak pada kaum Muslimin. Kekalahan di Hattin menjadi awal runtuhnya dominasi Tentara Salib di kawasan tersebut.

Setelah kemenangan besar itu, Salahuddin Al-Ayyubi berhasil merebut kembali Yerusalem, kota suci yang selama puluhan tahun berada di tangan Tentara Salib.

Berbeda dengan penaklukan sebelumnya, Salahuddin menunjukkan sikap toleran dan beradab dengan menjamin keselamatan penduduk kota, sebuah tindakan yang membuat namanya dihormati bahkan oleh lawan-lawannya.

Baca Juga: Dari Ksatria Salib Menjadi Pembela Islam: Kisah Pasukan Mualaf yang Berpihak kepada Salahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Salib

Kisah Raja Baldwin IV dan kekalahan Tentara Salib oleh Salahuddin Al-Ayyubi menjadi pelajaran penting dalam sejarah dunia.

Kepemimpinan, persatuan, dan strategi terbukti menjadi faktor penentu kemenangan, melampaui kekuatan senjata semata.

Hingga kini, duel sejarah dua tokoh besar ini terus dikenang sebagai simbol runtuhnya ambisi Tentara Salib di Tanah Suci.***

Tags:
Sejarah Sejarah Islam Khazanah

Komentar Pengguna