Sejarah
Admin

Kisah Ketegasan Gatot Subroto: Jenderal yang Tak Pernah Takut Mengoreksi Demi Kebenaran

Kisah Ketegasan Gatot Subroto: Jenderal yang Tak Pernah Takut Mengoreksi Demi Kebenaran

13 November 2025 | 16:34

Keboncinta.com-- Gatot Subroto dikenal sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 10 Oktober 1907, Gatot Subroto tumbuh menjadi prajurit yang berjiwa nasionalis, disiplin, dan berani menyuarakan kebenaran, bahkan di hadapan sesama perwira tinggi.

Karier militernya dimulai sejak masa Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI, tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Dalam berbagai pertempuran mempertahankan kemerdekaan, Gatot dikenal sebagai komandan yang berani turun langsung ke medan tempur, memimpin pasukan dengan ketegasan dan integritas.

Baca Juga: Kemenag dan BRIN Gelar Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama 2025: Perkuat Pendidikan Agama Berbasis Data

Sebagai salah satu pendiri Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Subroto memegang peran penting dalam menyatukan berbagai laskar perjuangan. Ia juga dikenal karena sikapnya yang lugas dan berani mengkritik demi kebenaran.

Sifat blak-blakan inilah yang membuatnya dihormati sekaligus disegani oleh para junior dan kolega.

Dalam berbagai kisah populer di kalangan militer, Gatot Subroto dikenal tidak segan menegur bawahannya jika dianggap melampaui batas — termasuk kepada tokoh yang kelak menjadi Presiden RI, Soeharto.

Cerita yang beredar menyebut bahwa Gatot pernah dengan lantang menegur Soeharto dengan gaya bicara khasnya yang tegas, menunjukkan bahwa ia tidak takut berkata benar kepada siapa pun.

Baca Juga: “Merawat Semesta dengan Cinta”: Makna Filosofis di Balik Tema Hari Guru Nasional 2025

Walau kisah ini kerap disampaikan dalam bentuk anekdot dan bukan catatan resmi sejarah, kisah tersebut mencerminkan karakter Gatot Subroto yang tegas, jujur, dan berani menegakkan disiplin.

Selain dikenal sebagai prajurit tempur, Gatot juga berperan besar dalam pembinaan moral dan organisasi di tubuh TNI.

Ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan aktif mendorong pembentukan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, yang kini menjadi Akademi Militer (Akmil) — lembaga penting dalam melahirkan perwira-perwira tangguh Indonesia.

Di luar karier militernya, Gatot Subroto juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyat. Ia mendorong program kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah, salah satunya di wilayah Sumatra dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Transformasi Digital BRI Berbuah Manis: Pengguna BRImo Tembus 44,4 Juta dan Transaksi Harian Capai Rp25 Triliun

Jenderal Gatot Subroto wafat pada 11 Juni 1962 dan dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah. Atas jasa-jasanya yang besar, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1962.

Namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya, serta pada Museum Satria Mandala dan Kodam IV/Diponegoro.

Sosok Jenderal Gatot Subroto menjadi teladan tentang bagaimana kekuatan moral, keberanian, dan kejujuran dapat berjalan seiring dengan disiplin militer untuk kebaikan bangsa.***

Tags:
Sejarah Sejarah Indonesia Sejarah Pahlawan Nasional

Komentar Pengguna