Keboncinta.com-- Hidup modern sering kali terasa seperti dikejar tagihan. Listrik, internet, cicilan, kartu kredit—semuanya datang tanpa kompromi. Saat notifikasi pembayaran menumpuk, kepala bisa panas, dada sesak, dan logika ikut terkunci. Tapi percayalah, panik bukan solusi, tenang adalah kunci.
1. Tarik Napas, Jangan Langsung Bereaksi
Sebelum membuka aplikasi bank atau menjawab pesan penagihan, tarik napas dalam-dalam. Berhenti sejenak, buat jarak antara emosi dan tindakan. Dengan pikiran lebih tenang, kamu bisa menilai situasi secara rasional.
2. Hadapi dengan Realitas, Bukan Penolakan
Menunda membaca tagihan atau menutup mata terhadap total cicilan hanya menambah beban mental. Catat semua tagihan, jumlah, dan tanggal jatuh tempo. Mungkin terlihat menakutkan di awal, tapi menghadapi kenyataan adalah langkah pertama menuju kelegaan.
3. Urutkan Berdasarkan Dampak dan Kebutuhan
Prioritaskan pembayaran yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari: listrik, air, transportasi, dan kebutuhan pokok. Setelah itu baru cicilan atau kewajiban lain. Kalau perlu, komunikasikan dengan pihak kreditur untuk menegosiasikan tenggat—lebih baik terbuka daripada diam.
4. Rawat Pikiran Seperti Kamu Merawat Dompet
Sisihkan waktu untuk berjalan, bermeditasi, atau berdoa. Rasulullah ļ·ŗ mengajarkan doa agar terhindar dari utang dan kesedihan: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan utang.” (HR. Bukhari no. 2893). Tagihan mungkin tak bisa dihindari, tapi kacau pikiran bisa dikendalikan.
Contributor: Tegar Bagus Pribadi