Keboncinta.com-- Banyak orang merasa sudah rutin memakai skincare, tetapi bekas jerawat justru bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kondisi ini sering kali bukan karena produknya tidak bekerja, melainkan karena kesalahan dalam cara penggunaan yang tanpa disadari memperlambat proses pemulihan kulit.
Kesalahan paling umum adalah terlalu agresif mengeksfoliasi kulit. Eksfoliasi memang membantu pergantian sel, tetapi penggunaan scrub kasar atau exfoliating acid terlalu sering justru merusak skin barrier. Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, proses regenerasi melambat dan peradangan mikro dapat muncul, membuat bekas jerawat semakin sulit memudar.
Penggunaan bahan aktif berlapis tanpa strategi juga menjadi pemicu utama. Menggabungkan retinol, AHA/BHA, vitamin C, dan niacinamide dalam satu waktu sering dianggap mempercepat hasil. Padahal, kombinasi yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi kronis. Kulit yang terus-menerus teriritasi akan memproduksi melanin lebih banyak sebagai respons perlindungan, sehingga noda bekas jerawat bertahan lebih lama.
Kesalahan berikutnya adalah mengabaikan sunscreen dalam rutinitas harian. Tanpa perlindungan dari sinar UV, upaya mencerahkan bekas jerawat menjadi tidak efektif. Sinar matahari memperkuat hiperpigmentasi pasca-inflamasi dan menghambat kerja bahan pencerah, bahkan pada paparan sinar matahari yang tidak terasa panas.
Banyak orang juga terjebak pada ekspektasi hasil instan. Mengganti produk terlalu cepat karena merasa tidak cocok sering kali membuat kulit tidak sempat beradaptasi. Regenerasi kulit secara alami membutuhkan waktu sekitar 28–40 hari, sehingga bekas jerawat tidak mungkin memudar dalam hitungan minggu tanpa menyebabkan stres pada kulit.
Kesalahan lain yang jarang disadari adalah melewatkan pelembap karena takut jerawat muncul kembali. Kulit yang dehidrasi akan memperlambat penyembuhan jaringan dan meningkatkan sensitivitas. Akibatnya, bekas jerawat lebih mudah menggelap dan sulit diperbaiki.
Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga berkontribusi besar. Produk terlalu berat pada kulit berminyak atau terlalu ringan pada kulit kering dapat mengganggu keseimbangan alami kulit. Ketidakseimbangan ini membuat proses perbaikan bekas jerawat berjalan tidak optimal.
Selain itu, sering menyentuh wajah dan memencet jerawat sisa masih menjadi kebiasaan yang merusak. Tekanan fisik memperparah inflamasi lokal dan memperluas area kerusakan jaringan, sehingga bekas jerawat menjadi lebih menetap.
Terakhir, fokus berlebihan pada produk topikal tanpa memperhatikan faktor internal seperti tidur, stres, dan asupan nutrisi juga menjadi kesalahan besar. Kulit memperbaiki diri terutama saat tubuh beristirahat. Tanpa dukungan gaya hidup sehat, skincare tidak dapat bekerja maksimal.