Jatuhnya Berhala-berhala di Ka'bah Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Jatuhnya Berhala-berhala di Ka'bah Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

01 September 2025 | 21:29

keboncinta.com --- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ disertai dengan sejumlah tanda luar biasa yang menjadi isyarat akan datangnya rahmat dan hancurnya kesyirikan. Salah satu peristiwa menakjubkan yang diriwayatkan adalah jatuhnya berhala-berhala di sekitar Ka'bah dalam posisi sujud, sebagai simbol runtuhnya paganisme dan tegaknya tauhid.

Dalam kitab Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua karya Fuad Abdurahman yang mengutip riwayat dari Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad ﷺ), diceritakan:

“Ketika aku berada di dekat Ka'bah, tiba-tiba patung berhala yang ada di dalamnya jatuh tersungkur dari tempatnya dalam posisi bersujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Ka'bah yang berkata: ‘Telah lahir Nabi yang terpilih, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, membersihkan aku (Ka'bah) dari patung-patung berhala, dan memerintahkan manusia untuk menyembah Zat Yang Merajai seluruh alam ini.’”

Selain itu, ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa Ka'bah bergetar selama tiga hari berturut-turut dan terdengar suara yang mengabarkan datangnya kebenaran dan lahirnya Nabi terakhir.


Ka'bah Sebelum Islam: Pusat Berhala dan Paganisme

Sejarah mencatat bahwa Ka'bah pernah dipenuhi dengan berhala sebelum datangnya Islam. Berhala-berhala tersebut dijadikan sesembahan masyarakat Makkah. Prof. Ali Husni al-Kharbuthli, Guru Besar Sejarah Islam di Universitas ‘Ain Shams, Mesir, menjelaskan dalam Tarikh Ka'bah:

“Pada masa kepemimpinan Khuza'ah, jejak tauhid mulai memudar dan digantikan oleh paganisme. Ka'bah pun dipenuhi berhala, dan keadaan ini mencapai puncaknya pada masa kepemimpinan Quraisy.”

Pada masa Quraisy, tepatnya ketika Abdul Muthalib memimpin, Makkah mengalami peristiwa besar serangan pasukan bergajah (Ashabul Fiil) yang dipimpin oleh Abrahah dari Habasyah. Mereka bermaksud menghancurkan Ka'bah, tetapi Allah ﷻ menggagalkan rencana itu. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Fiil:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ۝ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ۝ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ۝ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ۝ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al-Fiil: 1-5)


Penghancuran Berhala-berhala di Ka'bah pada Fathu Makkah

Setelah kenabian Muhammad ﷺ, Ka'bah kembali disucikan dari segala bentuk kemusyrikan. Pada peristiwa Fathu Makkah (penaklukan Kota Makkah), Rasulullah ﷺ menghancurkan seluruh berhala yang ada di sekitar Ka'bah, termasuk Hubal, berhala paling agung yang diagungkan kaum Quraisy.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari:

وَكَانَ حَوْلَ الْبَيْتِ ثَلاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ نُصُبًا فَجَعَلَ يَطْعَنُهَا بِعَصَا فِي يَدِهِ وَيَقُولُ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ

“Ketika Rasulullah ﷺ memasuki Ka'bah, di sekelilingnya ada 360 berhala. Beliau menusuknya dengan tongkat yang ada di tangannya sambil bersabda: ‘Telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebatilan.’” (HR. Al-Bukhari)

Kalimat yang diucapkan Nabi ﷺ ini adalah penggalan ayat Al-Qur’an:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra’: 81)


Makna Spiritual di Balik Runtuhnya Berhala Saat Kelahiran Nabi

Peristiwa jatuhnya berhala-berhala menjelang kelahiran Nabi ﷺ bukan sekadar kejadian biasa, melainkan isyarat dari Allah ﷻ bahwa era kesyirikan akan segera berakhir dan cahaya tauhid akan memancar ke seluruh penjuru dunia melalui risalah Rasulullah ﷺ.

Ini sejalan dengan firman Allah ﷻ:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah (Allah) yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk mengalahkan semua agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya.” (QS. At-Taubah: 33)

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna