Oleh : Sayidi (Penyuluh Agama Islam KUA Dukupuntang)
Iman kepada Hari Akhir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Hari Akhir adalah hari berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya kehidupan yang kekal di akhirat. Keyakinan ini menjadi dasar penting dalam ajaran Islam karena mengingatkan manusia bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan setelah mati adalah kehidupan yang abadi. Dengan beriman kepada Hari Akhir, seorang muslim akan memiliki pandangan hidup yang lebih terarah serta selalu berusaha melakukan kebaikan.
Hari Akhir disebut juga sebagai hari kiamat, yaitu saat seluruh alam semesta dihancurkan oleh Allah SWT. Pada hari itu, semua makhluk akan dibangkitkan kembali dari kematian untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Setiap manusia akan menerima balasan sesuai dengan apa yang telah ia lakukan, baik amal baik maupun amal buruk. Bagi orang yang beriman dan beramal saleh, Allah menjanjikan surga sebagai tempat kebahagiaan, sedangkan bagi orang yang ingkar dan berbuat maksiat, neraka menjadi tempat siksa yang pedih.
Keimanan kepada Hari Akhir memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seorang muslim. Keyakinan ini mendorong seseorang untuk selalu menjaga perilaku, menjauhi perbuatan dosa, serta memperbanyak amal kebaikan. Orang yang yakin akan adanya kehidupan setelah mati akan lebih berhati-hati dalam bertindak, karena sadar bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, iman kepada Hari Akhir juga memberikan ketenangan hati, sebab seorang muslim percaya bahwa keadilan sejati akan ditegakkan di akhirat.
Sebagai persiapan menghadapi Hari Akhir, seorang muslim perlu memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah menjaga ibadah, seperti melaksanakan shalat tepat waktu, berpuasa, membayar zakat, serta memperbanyak doa dan dzikir. Ibadah menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan-Nya.
Persiapan berikutnya adalah memperbanyak amal saleh dan berbuat baik kepada sesama manusia. Membantu orang lain, bersedekah, berkata jujur, menjaga amanah, serta menghormati orang tua termasuk amal yang sangat dianjurkan. Selain itu, seorang muslim juga harus senantiasa bertaubat dan memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang pernah dilakukan. Taubat yang sungguh-sungguh dapat menjadi bekal yang sangat berharga sebelum datangnya kematian.
Persiapan lainnya adalah menjaga akhlak dan menjauhi perbuatan yang dilarang oleh agama. Seorang muslim harus menjauhi sifat sombong, iri, dengki, serta kebiasaan buruk lainnya. Dengan akhlak yang baik, seseorang tidak hanya mendapatkan kehidupan yang lebih damai di dunia, tetapi juga berharap memperoleh keselamatan di akhirat.
Iman kepada Hari Akhir dan persiapan menghadapinya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Keyakinan ini mengajarkan bahwa dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat untuk beramal sebagai bekal menuju kehidupan yang abadi. Dengan memperbanyak ibadah, amal saleh, taubat, dan menjaga akhlak, seorang muslim dapat lebih siap menghadapi Hari Akhir dengan penuh harapan akan rahmat dan ampunan Allah SWT.