Keboncinta.com-- Teks argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca melalui alasan logis, bukti, dan penjelasan yang terstruktur. Meski bersifat rasional, teks ini tetap membutuhkan gaya bahasa yang tepat agar argumen lebih jelas, kuat, dan meyakinkan.
1. Gaya Bahasa Denotatif
Gaya bahasa denotatif menggunakan kata-kata bermakna lugas dan apa adanya. Fungsi: Menghindari kesalahpahaman sekaligus menegaskan bahwa argumen didasarkan pada fakta. Contoh: “Data menunjukkan peningkatan suhu rata-rata sebesar 1°C dalam dua dekade terakhir.”
2. Gaya Bahasa Logis
Bahasa logis disusun secara runtut dan rasional. Fungsi: Membantu pembaca mengikuti alur pemikiran penulis. Contoh: “Jika polusi tidak dikendalikan, kualitas udara menurun; akibatnya risiko penyakit pernapasan meningkat.”
3. Gaya Bahasa Persuasif
Meski tidak sekuat pada teks iklan, unsur persuasif tetap penting untuk membujuk pembaca menerima pendapat penulis. Contoh: “Sudah seharusnya kita mengurangi penggunaan plastik demi keberlanjutan lingkungan.”
4. Gaya Bahasa Retoris
Retoris menggunakan pertanyaan atau pernyataan yang menggugah. Fungsi: Mendorong pembaca berpikir kritis. Contoh: “Apakah kita akan tinggal diam melihat generasi mendatang mewarisi bumi yang rusak?”
5. Gaya Bahasa Comparatif
Perbandingan digunakan untuk memperjelas argumen dengan menunjukkan persamaan atau perbedaan. Contoh: “Berbeda dari transportasi umum, kendaraan pribadi menyumbang lebih banyak emisi.”
6. Gaya Bahasa Repetisi
Pengulangan kata digunakan untuk menegaskan gagasan penting. Contoh: “Kita membutuhkan solusi nyata—solusi yang terencana dan solusi yang berkelanjutan.”
Penggunaan gaya bahasa yang tepat dalam teks argumentasi bukan hanya memperkuat isi, tetapi juga membantu pembaca memahami dan menerima argumen.