Di Balik Tawar-Menawar: Cara Mencapai Kesepakatan Bersama

Di Balik Tawar-Menawar: Cara Mencapai Kesepakatan Bersama

20 Januari 2026 | 20:10

Keboncinta.com-- Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari aktivitas tawar-menawar. Aktivitas tersebut dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti pasar, toko, maupun dalam transaksi daring. Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam proses negosiasi terdapat perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak yang kemudian diselesaikan melalui kesepakatan.

Pengertian Negosiasi

Negosiasi adalah teks yang berisi proses tawar-menawar yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama.

Ciri-ciri Negosiasi

Teks negosiasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Melibatkan minimal dua pihak.
  2. Adanya perbedaan kepentingan.
  3. Mengandung proses tawar-menawar.
  4. Menggunakan bahasa yang santun dan persuasif.
  5. Menghasilkan kesepakatan atau keputusan bersama.

Pihak-Pihak dalam Negosiasi

Negosiasi melibatkan dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda. Pihak-pihak tersebut saling berinteraksi untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama. Contoh pihak dalam negosiasi adalah penjual dan pembeli.

Penjual merupakan pihak yang menawarkan barang atau jasa kepada pihak lain. Peran penjual antara lain menyampaikan informasi mengenai barang atau jasa yang dijual. Sementara itu, pembeli adalah pihak yang membutuhkan dan berminat terhadap barang atau jasa tersebut. Peran pembeli adalah memperoleh keuntungan, misalnya berupa harga yang lebih terjangkau atau potongan harga.

Proses Tawar-Menawar

Tawar-menawar merupakan bagian penting dalam negosiasi. Proses ini dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

1. Penyampaian Penawaran Awal

Penawaran awal disampaikan oleh salah satu pihak, biasanya penjual. Penawaran ini berisi harga, jumlah, atau syarat tertentu yang menjadi dasar terjadinya negosiasi. Penawaran awal menjadi titik awal proses tawar-menawar.

2. Tanggapan dan Penawaran Balik

Pihak lain memberikan tanggapan terhadap penawaran awal. Tanggapan tersebut dapat berupa persetujuan, penolakan, atau penawaran balik dengan harga atau syarat yang berbeda. Pada tahap ini, kedua pihak saling menyampaikan alasan untuk memperkuat posisi masing-masing.

3. Upaya Mencari Titik Temu

Setelah terjadi beberapa kali penawaran dan penawaran balik, kedua pihak berusaha mencari titik temu. Titik temu merupakan kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing. Jika titik temu tercapai, negosiasi diakhiri dengan kesepakatan.

Terbentuknya Kesepakatan Bersama

Kesepakatan bersama merupakan tujuan akhir dari proses negosiasi. Kesepakatan tercapai apabila kedua belah pihak menerima hasil negosiasi tanpa adanya paksaan.

Syarat Terjadinya Kesepakatan yang Adil

Kesepakatan dapat dikatakan adil apabila memenuhi syarat berikut.

  1. Dicapai tanpa paksaan dari salah satu pihak.
  2. Menguntungkan kedua belah pihak.
  3. Menghargai kepentingan masing-masing pihak.
  4. Dilakukan melalui komunikasi yang jujur dan terbuka.

Manfaat Kesepakatan bagi Kedua Belah Pihak

Kesepakatan memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  1. Terpenuhinya kebutuhan masing-masing pihak.
  2. Terjalinnya hubungan yang baik antara penjual dan pembeli.
  3. Menghindari konflik atau perselisihan.
  4. Menciptakan rasa puas dan saling percaya.

Negosiasi merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan atau kesepakatan bersama.

Tags:
Materi Bahasa Indonesia Teks Negosiasi Kesepakatan Bersama

Komentar Pengguna