Keboncinta.com-- Istilah kencing manis sering digunakan masyarakat untuk menyebut penyakit diabetes. Penyakit ini bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan akibat berbagai faktor gaya hidup dan kondisi tubuh. Memahami penyebab kencing manis penting agar kita bisa melakukan pencegahan sejak dini.
Gangguan pada Hormon Insulin
Penyebab utama kencing manis adalah masalah pada hormon insulin, yaitu hormon yang berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Pada penderita diabetes:
• Tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, atau
• Insulin ada, tetapi tidak bekerja secara efektif
Akibatnya, gula menumpuk dalam darah dan tidak bisa digunakan sebagai energi oleh sel tubuh.
Pola Makan Tinggi Gula dan Karbohidrat
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan menjadi faktor risiko utama. Minuman berpemanis, kue, makanan olahan, dan karbohidrat sederhana dapat memicu lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola makan sehat.
Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup minim gerak membuat tubuh kurang mampu menggunakan gula darah sebagai energi. Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Ketika jarang bergerak, risiko terjadinya kencing manis pun meningkat.
Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Lemak berlebih, terutama di area perut, dapat mengganggu kerja insulin. Inilah sebabnya obesitas sering dikaitkan dengan diabetes tipe 2. Semakin tinggi berat badan, semakin besar risiko terkena kencing manis.
Faktor Keturunan
Riwayat keluarga juga berperan. Seseorang dengan orang tua atau saudara penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi. Meski demikian, faktor genetik bukan penentu tunggal, karena gaya hidup tetap berpengaruh besar.
Usia dan Perubahan Metabolisme
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh mengatur gula darah dapat menurun. Itulah sebabnya kencing manis lebih sering ditemukan pada orang dewasa, meskipun saat ini juga mulai banyak terjadi pada usia muda.
Stres dan Pola Tidur Buruk
Stres berkepanjangan dan kurang tidur dapat memicu hormon yang meningkatkan kadar gula darah. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa berkontribusi pada munculnya diabetes.
Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gangguan hormon tertentu dapat meningkatkan risiko kencing manis. Konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kadar gula darah.
Kencing manis tidak hanya disebabkan oleh konsumsi gula semata, tetapi merupakan hasil dari kombinasi pola makan, gaya hidup, faktor genetik, dan kondisi tubuh. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab kencing manis bisa dicegah dengan pola hidup sehat, aktif bergerak, dan menjaga asupan makanan.