Antara Tugas, Waktu, dan Diri Sendiri

Antara Tugas, Waktu, dan Diri Sendiri

16 Desember 2025 | 14:44

Keboncinta.com-- Setelah pelaksanaan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester), para siswa dihadapkan pada kegiatan remedial serta tugas-tugas yang belum terkumpul. Kondisi ini membuat banyak tuntutan harus segera diselesaikan dalam waktu yang terbatas. Antara tugas, waktu, dan diri sendiri sering kali menjadi konflik batin yang dihadapi siswa. Di satu sisi, kewajiban akademik harus dituntaskan, sementara di sisi lain, kebutuhan diri sendiri juga tidak bisa diabaikan.

Tugas: Kewajiban yang Tak Pernah Habis

Peran tugas dalam proses belajar memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan siswa. Dalam setiap pembelajaran, guru memberikan tugas sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Namun, ketika tugas datang secara bersamaan dari berbagai mata pelajaran, tekanan pun mulai terasa. Akibatnya, tugas-tugas tersebut menumpuk dan membuat siswa merasa terbebani.

Waktu: Sesuatu yang Selalu Terasa Kurang

Mengerjakan tugas membutuhkan waktu yang cukup agar dapat diselesaikan dengan baik. Tantangan yang sering dihadapi siswa adalah kurangnya kemampuan dalam mengatur manajemen waktu. Tugas yang belum tuntas kerap dikerjakan di hari berikutnya, sehingga jumlahnya semakin bertambah. Kondisi ini menimbulkan dilema antara memilih belajar, beristirahat, atau menikmati kehidupan pribadi.

Diri Sendiri: Bagian yang Sering Terlupakan

Di tengah padatnya aktivitas dan tuntutan akademik, kebutuhan istirahat, baik secara mental maupun fisik, sering kali terabaikan. Ketika tugas menumpuk, banyak siswa tetap memaksakan diri tanpa menyadari tanda-tanda kelelahan. Padahal, menyelesaikan tugas memang penting, tetapi menjaga kesehatan diri sendiri juga tidak kalah penting.

Lalu, bagaimana cara membagi dan mengatur antara tugas, waktu, dan diri sendiri? Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyusun strategi sederhana, seperti menentukan prioritas dan mengatur waktu secara realistis, agar semua dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.

Tugas dan waktu memang penting, tetapi diri sendiri juga berharga. Produktivitas yang tinggi seharusnya tidak mengorbankan kesehatan mental. Dengan menjaga pikiran tetap tenang dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat, kita dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih bugar dan seimbang.

Tags:
Refleksi Diri Manajemen Waktu Kehidupan Siswa

Komentar Pengguna