Keboncinta.com-- Puisi adalah karya sastra yang berisi kata-kata indah dan sarat makna. Di dalam puisi, sering terdapat makna tersirat yang ditulis oleh penyair. Makna tersebut dapat ditafsirkan melalui simbol dan imaji, sehingga puisi terasa hidup dan pembaca dapat merasakan suasana yang ingin disampaikan penyair.
Apa itu Simbol dan Imaji dalam Puisi?
Contoh:
“Dini hari, layar ponsel masih menyala”
→ Melambangkan kesepian, kegelisahan, atau pikiran yang belum tenang.
“Layar ponsel masih menyala, jam menunjukkan 01.56”
→ Menciptakan imaji visual tentang waktu dan suasana sepi di dini hari.
Peran Simbol dan Imaji dalam Membentuk Makna Puisi
Simbol memungkinkan penyair menyampaikan ide atau perasaan secara tersirat tanpa menyatakannya langsung.
Contoh:
“Sendiri sepi”
→ Bukan hanya kondisi fisik, tetapi juga simbol perasaan kosong dan ketidakpastian masa depan.
Imaji digunakan untuk membangun suasana atau emosi tertentu melalui kata-kata yang memicu indera pembaca.
Contoh:
“Wajahmu terus muncul di kepalaku”
→ Menghadirkan imaji visual tentang bayangan seseorang yang terus muncul di pikiran.
Langkah-langkah Analisis Puisi
Simbol dan imaji adalah kunci untuk memahami puisi secara mendalam. Dengan menganalisis keduanya, pembaca dapat menangkap makna tersirat dan merasakan emosi yang ingin disampaikan penyair. Cobalah menganalisis puisi lain untuk melatih kepekaan terhadap makna tersembunyi dan memperkaya pengalaman membaca sastra.