Keboncinta.com-- Makan bukan sekadar aktivitas memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah dalam Islam. Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang sangat lengkap tentang bagaimana adab makan yang baik, sederhana, dan penuh keberkahan.
Salah satu adab utama sebelum makan adalah membaca basmalah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka sebutlah nama Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Membaca basmalah mengingatkan bahwa rezeki yang kita nikmati berasal dari Allah dan harus disyukuri dengan penuh kesadaran.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan untuk makan dengan tangan kanan. Dalam hadis sahih disebutkan, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya.” (HR. Muslim). Menggunakan tangan kanan merupakan bentuk ketaatan dan pembiasaan adab mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Adab berikutnya adalah makan dari bagian terdekat. Rasulullah ﷺ menasihati Umar bin Abi Salamah, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Adab ini mengajarkan kesopanan, menghormati orang lain, dan menghindari sikap rakus.
Dalam hal porsi, Rasulullah ﷺ mencontohkan sikap sederhana dan tidak berlebihan. Beliau bersabda, “Tidak ada wadah yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya.” (HR. Tirmidzi, dinilai hasan sahih). Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan makan demi kesehatan jasmani dan rohani.
Setelah selesai makan, Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk membaca doa dan memuji Allah. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang apabila ia makan, ia memuji-Nya.” (HR. Muslim). Mengakhiri makan dengan hamdalah memperkuat kesadaran bahwa semua nikmat bersumber dari Allah.
Kesimpulannya, adab makan ala Rasulullah ﷺ mencerminkan keseimbangan antara ibadah, etika, dan kesehatan.