1.000 Penerima Bansos "Diwisuda" oleh Kemensos di UGM, Siap Hidup Mandiri

1.000 Penerima Bansos "Diwisuda" oleh Kemensos di UGM, Siap Hidup Mandiri

18 Juli 2025 | 00:31

keboncinta.com-Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menggelar acara Graduasi 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para KPM yang sebelumnya menerima bantuan sosial dari pemerintah, kini dinyatakan lulus dan naik kelas menjadi keluarga yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang memberikan arahan dan semangat kepada para peserta. Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial hanyalah langkah awal dalam proses pemberdayaan, bukan tujuan akhir.

"Bantuan sosial hadir sebagai awal proses pemberdayaan, bukan akhir perjuangan karena bantuan sosial sementara, berdaya selamanya," ujar Gus Ipul.

Lima Kunci Menuju Graduasi dan Kemandirian

Gus Ipul mengungkapkan lima kunci penting dalam proses graduasi dari ketergantungan terhadap bantuan sosial menuju kemandirian:

  1. Berani Memulai Hidup Mandiri
    Para KPM harus berani keluar dari zona nyaman dan menyatakan diri mampu berdiri sendiri tanpa bansos.

  2. Mandiri Melangkah
    Kemandirian menjadi tahap berikutnya, di mana keluarga mampu mengambil keputusan penting untuk keberlangsungan hidup mereka sendiri.

  3. Membuka Ruang Baru
    Graduasi bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga memberi ruang bagi orang lain yang lebih membutuhkan bantuan.

  4. Menjadi Inspirasi
    Lulusan PKH diharapkan menjadi cerita inspiratif bahwa kemiskinan bukanlah takdir yang tidak bisa dilawan.

  5. Narasi Baru Menuju Kemenangan
    Lulusan adalah bukti bahwa nasib bisa diubah melalui semangat dan kerja keras.

"Dengan Anda lulus, maka Anda telah bersedekah. Anda memberi ruang bagi yang lebih membutuhkan dan membuktikan bahwa kita bisa melawan kemiskinan," ujar Gus Ipul.

Kolaborasi 16 Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Sosial

Dalam kesempatan yang sama, Kemensos juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 16 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat penanganan kemiskinan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif.

Menurut Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati, kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat program pemberdayaan sosial yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput.

Adapun 16 perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama ini adalah:

  • Universitas Gadjah Mada (UGM)

  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

  • UIN Sunan Kalijaga

  • UPN Veteran Yogyakarta

  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

  • Universitas Islam Indonesia (UII)

  • Universitas Gunung Kidul

  • Universitas Sanata Dharma

  • Universitas Atma Jaya Yogyakarta

  • Universitas Mercu Buana Yogyakarta

  • Universitas Ahmad Dahlan

  • Universitas Kristen Duta Wacana

  • Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta

  • Politeknik Multimedia Yogyakarta

  • Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta

  • Akademi Pembangunan Masyarakat Desa Yogyakarta***

 

 

Tags:
kemensos bansos mandiri

Komentar Pengguna