Berita
Hilmi An Naufal

Webinar AI Gratis untuk Guru Digelar Hari Ini, Bahas Cara Mulai Pakai AI di Kelas secara Bijak

Webinar AI Gratis untuk Guru Digelar Hari Ini, Bahas Cara Mulai Pakai AI di Kelas secara Bijak

06 September 2026 | 05:44

KEBONCINTA.COM – Guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia mendapat kesempatan mengikuti webinar gratis mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence dalam kegiatan pembelajaran.

Day of AI Indonesia menjadwalkan webinar bertajuk “AI di Kelas: Mulai dari Mana?” pada Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB.

Webinar terbuka gratis bagi guru dan pendidik dari berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab salah satu pertanyaan yang semakin sering muncul setelah penggunaan AI berkembang pesat, yakni bagaimana guru dapat mulai menggunakan teknologi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran tanpa menghilangkan peranan utama pendidik.

Day of AI Indonesia menjelaskan berbagai perangkat AI saat ini mempunyai kemampuan yang dapat membantu pekerjaan guru.

Teknologi dapat digunakan untuk membantu mempersiapkan materi, merancang aktivitas pembelajaran, menyusun umpan balik hingga menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik.

Namun kemampuan tersebut juga menghadirkan sejumlah tantangan.

Tidak semua guru mempunyai tingkat pemahaman teknologi yang sama.

Sebagian telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari, sementara sebagian lain mungkin baru mengenal teknologi tersebut dan belum mengetahui bagaimana memulai penggunaannya.

Karena itu, webinar diarahkan kepada pemanfaatan AI secara praktis, bijak dan bertanggung jawab.

Penyelenggara menegaskan peran guru tetap harus berada di pusat proses pendidikan.

AI diposisikan sebagai alat yang membantu tenaga pendidik, bukan menggantikan hubungan antara guru dan siswa.

Webinar menghadirkan tiga pembicara dari Day of AI Indonesia.

Mereka adalah Abiyyu Avicena selaku Program Manager, Garry Poluan sebagai Advisor, serta Ismunandar yang menjabat Head Advisor Day of AI Indonesia.

Ketiganya dijadwalkan berbagi pengalaman dalam memperkenalkan teknologi AI kepada pendidik dan mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Bagi guru, salah satu penggunaan AI yang relatif mudah dimulai adalah membantu proses perencanaan pembelajaran.

Tenaga pendidik dapat menggunakan perangkat AI untuk menghasilkan ide awal mengenai kegiatan kelas.

Misalnya, guru dapat meminta alternatif aktivitas pembelajaran berdasarkan topik tertentu.

Namun hasil yang diberikan teknologi tetap harus diperiksa dan disesuaikan.

Guru memahami karakter siswa, kondisi sekolah, tingkat kemampuan kelas serta tujuan kurikulum dengan lebih baik dibandingkan sistem AI.

Karena itu, materi yang dihasilkan tidak seharusnya langsung digunakan tanpa evaluasi.

AI juga berpotensi membantu guru membuat variasi pertanyaan atau latihan.

Satu materi dapat dibuat dalam beberapa tingkat kesulitan untuk menyesuaikan kemampuan siswa.

Teknologi semacam ini dapat menghemat waktu pada pekerjaan teknis.

Namun guru tetap perlu memeriksa apakah pertanyaan yang dihasilkan benar, sesuai tingkat pendidikan dan tidak mengandung informasi yang keliru.

Kemampuan melakukan pengecekan menjadi semakin penting karena AI tidak selalu menghasilkan informasi yang akurat.

Sistem dapat memberikan jawaban yang terlihat meyakinkan meskipun faktanya salah.

Guru perlu mempunyai kebiasaan memverifikasi informasi menggunakan buku, sumber resmi maupun referensi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut juga perlu diajarkan kepada siswa.

Di tengah mudahnya memperoleh jawaban menggunakan AI, pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi.

Peserta didik perlu memahami cara mempertanyakan hasil teknologi.

Mereka harus mampu mengetahui kapan sebuah jawaban perlu diperiksa dan bagaimana mencari sumber pembanding.

Literasi AI karena itu mempunyai hubungan erat dengan kemampuan berpikir kritis.

Guru mempunyai posisi strategis dalam membentuk kebiasaan tersebut.

Jika siswa hanya diperkenalkan kepada AI sebagai alat untuk memperoleh jawaban cepat, teknologi berpotensi mengurangi proses belajar.

Namun apabila siswa diminta menggunakan AI untuk membandingkan informasi, menghasilkan ide dan kemudian melakukan evaluasi, teknologi dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih bermakna.

Aspek etika juga tidak dapat dilepaskan.

Dalam penulisan tugas misalnya, sekolah perlu menentukan batas yang jelas mengenai penggunaan AI.

Ada aktivitas yang mungkin diperbolehkan sebagai alat bantu.

Ada pula tugas yang memang dirancang untuk mengukur kemampuan siswa secara mandiri sehingga penggunaan AI perlu dibatasi.

Guru membutuhkan pemahaman agar aturan tersebut dapat dijelaskan secara konsisten.

Selain itu, penggunaan data pribadi harus diperhatikan.

Guru dan siswa sebaiknya tidak sembarangan memasukkan informasi sensitif ke layanan AI yang belum dipahami kebijakan privasinya.

Nama lengkap siswa, nilai, informasi keluarga maupun data lain yang bersifat pribadi harus dikelola dengan hati-hati.

Hal semacam ini menjadi bagian dari penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Perkembangan teknologi juga dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa pekerjaan guru akan digantikan mesin.

Namun pendekatan Day of AI Indonesia justru menempatkan guru sebagai pusat.

Teknologi mungkin mampu membantu menghasilkan materi dalam hitungan detik.

AI juga dapat memberikan penjelasan dan latihan.

Tetapi proses pendidikan mempunyai unsur yang lebih luas.

Guru memahami perubahan perilaku siswa.

Tenaga pendidik dapat mengetahui ketika seorang anak kehilangan motivasi, mengalami kesulitan atau membutuhkan pendekatan berbeda.

Guru juga membangun karakter, komunikasi dan hubungan sosial yang tidak dapat disederhanakan menjadi proses menghasilkan jawaban.

Karena itu, teknologi idealnya digunakan untuk memperkuat kapasitas guru.

Jika pekerjaan administratif atau persiapan tertentu dapat diselesaikan lebih cepat, waktu guru berpotensi lebih banyak digunakan untuk berinteraksi dengan peserta didik.

Namun manfaat tersebut baru muncul apabila guru memahami cara menggunakan perangkat dengan tepat.

Webinar 5 September menjadi salah satu ruang bagi tenaga pendidik yang masih bertanya harus memulai dari mana.

Penyelenggara tidak mensyaratkan peserta berasal dari bidang teknologi informasi.

Kegiatan terbuka untuk guru dan pendidik secara umum.

Peserta perlu mempunyai akun pada situs Day of AI Indonesia untuk melakukan pendaftaran.

Webinar didukung ParagonCorp dan Wardah Inspiring Teacher Gen 8.

Kegiatan secara resmi dijadwalkan berlangsung secara daring pada Sabtu pukul 13.00–15.30 WIB.

Bagi guru yang mulai mengenal AI, pesan pentingnya adalah tidak perlu mengejar seluruh teknologi sekaligus.

Langkah awal dapat dimulai dari satu kebutuhan sederhana dalam kegiatan mengajar.

Setelah memahami cara kerja serta keterbatasannya, penggunaan dapat dikembangkan secara bertahap.

Yang terpenting, keputusan pembelajaran tetap berada pada tenaga pendidik.

AI dapat menjadi asisten dalam proses pendidikan, tetapi guru tetap menentukan apa yang sesuai untuk peserta didiknya.

Dengan pendekatan tersebut, perkembangan kecerdasan artifisial tidak hanya menjadi tantangan bagi sekolah.

Teknologi juga dapat menjadi peluang untuk membuat proses persiapan pembelajaran lebih efisien, memperluas variasi sumber belajar dan membantu guru merancang kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna