Berita
Hilmi An Naufal

230.123 Siswa Daftar Olimpiade Madrasah Indonesia 2026, Peserta Sekolah Umum Melonjak 38,1 Persen

230.123 Siswa Daftar Olimpiade Madrasah Indonesia 2026, Peserta Sekolah Umum Melonjak 38,1 Persen

06 September 2026 | 07:17

KEBONCINTA.COM – Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI 2026 mencatat lonjakan peserta. Sebanyak 230.123 siswa terdaftar mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat 12,7 persen dibandingkan penyelenggaraan OMI 2025 yang mencatat 204.222 pendaftar.

Dari keseluruhan pendaftar 2026, sebanyak 229.593 peserta atau sekitar 99,8 persen dinyatakan lolos proses verifikasi.

Jumlah peserta yang berhasil melewati verifikasi juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 202.117 orang.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan peningkatan jumlah peserta memperlihatkan semakin besarnya minat peserta didik terhadap ruang pengembangan bakat, kompetensi dan prestasi.

OMI tidak hanya diposisikan sebagai ajang mencari juara.

Kementerian Agama ingin kompetisi menjadi bagian dari proses menemukan peserta didik dengan potensi akademik yang selanjutnya dapat memperoleh pembinaan secara berkelanjutan.

Salah satu perkembangan menarik pada OMI 2026 adalah meningkatnya partisipasi peserta yang berasal dari sekolah umum.

Sebanyak 13.271 murid SD, SMP dan SMA tercatat mengikuti OMI tahun ini.

Pada OMI 2025, peserta sekolah umum berjumlah 9.612 orang.

Artinya terdapat tambahan 3.659 peserta atau peningkatan sekitar 38,1 persen.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah menilai kenaikan tersebut menjadi tanda bahwa OMI semakin berkembang sebagai kompetisi yang terbuka.

Ajang ini tidak hanya diikuti siswa madrasah.

Peserta dari sekolah umum juga mempunyai kesempatan berkompetisi dan mengembangkan kemampuan.

Pembukaan peserta dari berbagai satuan pendidikan memberikan ruang yang semakin luas bagi pemerintah untuk menemukan talenta dari berbagai latar belakang.

OMI 2026 sendiri menjangkau 34 provinsi dan melibatkan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak, yaitu 41.685 siswa.

Jawa Barat berada pada posisi berikutnya dengan 32.446 peserta.

Sementara Jawa Tengah mencatat 30.518 peserta.

Jika digabungkan, tiga provinsi tersebut menyumbang 104.649 peserta atau sekitar 45,5 persen dari keseluruhan pendaftar nasional.

Namun antusiasme tidak hanya datang dari Pulau Jawa.

Sulawesi Selatan tercatat mempunyai 12.850 peserta.

Sumatera Utara mengirimkan 12.348 peserta, sedangkan Riau mencatat 8.113 peserta.

Sebaran tersebut menunjukkan kompetisi sains dan riset madrasah telah menjangkau berbagai wilayah.

Dari sisi jenjang pendidikan, peserta OMI tersebar mulai tingkat dasar hingga menengah.

Kemenag mencatat 69.351 peserta berasal dari jenjang MI atau SD.

Jenjang MTs atau SMP mencatat 75.987 peserta.

Sementara MA atau SMA diikuti 72.776 peserta dalam data jenjang yang dipublikasikan.

Kompetisi bidang sains pada OMI dilaksanakan secara bertahap mulai dari satuan pendidikan, kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat nasional.

Tahapan tingkat satuan pendidikan telah berlangsung pada 22 sampai 26 Agustus 2026.

Pendaftaran tingkat kabupaten atau kota kemudian dibuka pada 27 Agustus hingga 2 September.

Peserta mengikuti uji coba sistem pada 4 dan 5 September.

Tahapan berikutnya menjadi semakin dekat.

Pelaksanaan OMI Sains tingkat kabupaten atau kota dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 7 sampai 8 September 2026.

Pengumuman hasil tingkat kabupaten atau kota dijadwalkan pada 12 September melalui portal resmi OMI Kementerian Agama.

Peserta yang berhasil akan melanjutkan perjalanan menuju tingkat provinsi.

Uji coba tingkat provinsi direncanakan pada 1 dan 2 Oktober, sedangkan kompetisi berlangsung 5 sampai 6 Oktober.

Hasil tahap provinsi dijadwalkan diumumkan pada 10 Oktober.

Puncak OMI nasional direncanakan berlangsung pada November 2026.

Peserta dijadwalkan tiba dan melakukan registrasi pada 8 November.

Technical meeting dan pembukaan berlangsung 9 November.

Kompetisi nasional digelar 10 hingga 11 November sebelum pengumuman dan penutupan pada 12 November.

Selain bidang sains, OMI 2026 juga mempunyai cabang riset.

Kemenag mencatat 9.130 pendaftar pada cabang tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 8.100 peserta telah mengajukan pendaftaran secara penuh, sedangkan 1.030 lainnya tercatat masih berstatus draft pada data yang dipublikasikan.

Cabang riset diikuti siswa MTs dan MA.

Topik yang tersedia menunjukkan perhatian terhadap persoalan aktual.

Bidang Integrasi Keislaman dan Keilmuan atau Ekoteologi menjadi pilihan terbanyak dengan 3.553 pendaftar.

Bidang Sustainable Development Goals atau SDGs mencatat 3.384 pendaftar.

Sementara Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional diminati 2.193 peserta.

Komposisi tersebut memperlihatkan pelajar madrasah mulai banyak mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan lingkungan, pembangunan berkelanjutan dan teknologi.

Untuk peserta bidang riset, pengumuman hasil penilaian proposal dijadwalkan 7 September 2026.

Peserta yang lolos akan menjalani presentasi proposal pada 9 sampai 11 September.

Pembimbingan dan pelaksanaan penelitian berlangsung hingga 20 Oktober sebelum memasuki tahap presentasi hasil dan final nasional.

OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Tema tersebut mencerminkan upaya menghubungkan kemampuan akademik dengan nilai keagamaan dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Kemenag berharap kenaikan peserta tidak hanya menjadi capaian dari sisi jumlah.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan siswa yang berhasil ditemukan melalui kompetisi mendapatkan pembinaan sesuai potensinya.

Peserta yang menunjukkan kemampuan tinggi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

Pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar prestasi dapat berkembang menuju ajang yang lebih tinggi.

Dengan 230.123 pendaftar, OMI 2026 menjadi salah satu kompetisi pelajar dengan partisipasi sangat besar.

Bagi peserta yang sudah lolos verifikasi, fokus berikutnya adalah menghadapi kompetisi kabupaten atau kota pada 7–8 September.

Sementara sekolah dan madrasah perlu memastikan peserta memahami jadwal, lokasi serta ketentuan teknis sebelum kompetisi dimulai.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna