Khazanah
Hilmi An Naufal

72 Tenaga Pendamping Sekolah Nasional Terintegrasi Disiapkan, Hasil Seleksi Dijadwalkan Ditetapkan Hari Ini

72 Tenaga Pendamping Sekolah Nasional Terintegrasi Disiapkan, Hasil Seleksi Dijadwalkan Ditetapkan Hari Ini

06 September 2026 | 07:19

KEBONCINTA.COM – Proses seleksi Tenaga Pendamping Pembelajaran atau TPP untuk Program Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki tahap penetapan hasil.

Portal resmi seleksi yang dikelola Universitas Negeri Jakarta bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencantumkan penetapan hasil seleksi pada Minggu, 6 September 2026.

Sebanyak 72 kursi tersedia dalam seleksi tersebut.

Tenaga Pendamping Pembelajaran nantinya bertugas mendukung proses pendidikan siswa jenjang SMP dan SMA pada Program Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT.

Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan seleksi melalui skema Swakelola Tipe II bersama Kemendikdasmen.

Portal seleksi mencantumkan 12 formasi mata pelajaran pada tiga lokasi penugasan.

Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Bogor di Jawa Barat, Kabupaten Minahasa Utara di Sulawesi Utara, dan wilayah Otorita Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Pelamar sejak awal harus menyatakan kesiapan ditempatkan pada salah satu lokasi tersebut.

Dua kelompok utama dapat mengikuti proses seleksi.

Jalur pertama diperuntukkan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Prajabatan atau PPG Calon Guru yang datanya tercatat pada pangkalan data Kemendikdasmen.

Pelamar dari kelompok tersebut diminta mempunyai data sertifikat PPG, tahun penerbitan, bidang studi serta LPTK penyelenggara.

Jalur berikutnya diperuntukkan bagi guru yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik dan mempunyai sertifikat pendidik yang tercatat pada pangkalan data kementerian.

Kelompok ini diminta melampirkan informasi seperti NUPTK, nomor sertifikat pendidik, bidang studi sertifikasi serta sekolah induk.

Namun terdapat ketentuan administratif penting.

Pelamar TPP tidak boleh sedang berkedudukan sebagai CPNS, PNS, PPPK, PPPK Paruh Waktu, anggota TNI maupun Polri.

Artinya, program ini tidak dapat dipahami sebagai seleksi mutasi bagi ASN aktif.

Seleksi diarahkan kepada kandidat yang memenuhi jalur kualifikasi tetapi tidak sedang berada pada status kepegawaian yang dilarang dalam ketentuan tersebut.

Dari sisi pendidikan, peserta harus memiliki kualifikasi minimal Sarjana atau Diploma Empat sesuai formasi yang dipilih.

Indeks Prestasi Kumulatif ditetapkan minimal 3,25 dari skala 4,00.

Portal juga mencantumkan usia maksimal 32 tahun yang dihitung pada 1 Juli 2026.

Selain akademik, terdapat sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta.

Calon TPP dituntut mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran menggunakan teknologi digital.

Kemampuan ini sesuai dengan arah SNT yang ingin menyediakan layanan pendidikan dengan standar tinggi dan memanfaatkan teknologi secara lebih intensif.

Kemampuan Bahasa Inggris aktif secara lisan maupun tulisan juga menjadi persyaratan.

Penguasaan tersebut dibutuhkan untuk mendukung implementasi kurikulum dengan orientasi berstandar internasional.

Kandidat juga harus dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani melalui surat keterangan dari fasilitas kesehatan yang ditentukan.

Selain itu, peserta perlu mempunyai surat keterangan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah atau Badan Narkotika Nasional sesuai persyaratan.

Seleksi tidak hanya memeriksa dokumen.

Pelamar yang berhasil melewati verifikasi administrasi diminta mengirimkan video simulasi mengajar atau microteaching dengan durasi sekitar 15 menit.

Video dapat dikirim menggunakan tautan YouTube atau Google Drive berdasarkan petunjuk seleksi.

Microteaching digunakan untuk melihat kemampuan calon pendamping ketika menjelaskan materi dan mengelola proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang telah disiapkan tim penguji.

Peserta kemudian menjalani wawancara sebelum kelulusan akhir ditentukan.

Hasil seleksi merupakan akumulasi dari berbagai tahapan tersebut.

Panitia tidak hanya mempertimbangkan satu dokumen atau satu nilai.

Kemampuan akademik, praktik mengajar dan wawancara menjadi bagian dari proses penetapan.

Sebanyak 12 formasi mata pelajaran tersedia.

Bidang tersebut meliputi Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Pancasila.

Kemudian terdapat Bahasa Indonesia, Matematika dan rumpun Ilmu Pengetahuan Alam yang mencakup Biologi, Kimia serta Fisika.

Formasi Ilmu Pengetahuan Sosial mencakup Sosiologi, Ekonomi, Geografi dan Sejarah.

Bidang lainnya adalah Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Prakarya, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pendidikan Agama Islam serta pendidikan agama lainnya.

Variasi tersebut menunjukkan SNT membutuhkan tenaga pendamping untuk berbagai komponen pembelajaran.

Program tidak hanya memperkuat bidang sains maupun teknologi.

Bahasa, karakter, seni, olahraga dan agama tetap menjadi bagian dari layanan pendidikan.

SNT sendiri merupakan program Kemendikdasmen yang menyelenggarakan layanan pendidikan dasar dan menengah secara terintegrasi.

Program diarahkan untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu dan menghasilkan satuan pendidikan yang dapat menjadi contoh pengembangan layanan akademik maupun nonakademik.

Pada Agustus 2026, Kemendikdasmen telah melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi perdana.

Sekolah tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Rekrutmen Tenaga Pendamping Pembelajaran menjadi salah satu bagian untuk memperkuat sumber daya manusia di dalam program tersebut.

Peranan TPP berbeda dengan sekadar tambahan guru di kelas.

Pendamping diharapkan mendukung pembelajaran, membantu pengembangan perangkat serta mendorong pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan program.

Karena itu, persyaratan kemampuan digital menjadi salah satu bagian penting.

Bagi pelamar, Minggu 6 September menjadi tanggal yang perlu dipantau.

Portal resmi mencantumkan tahap penetapan hasil seleksi pada hari ini.

Sementara penugasan di lokasi dijadwalkan mulai Senin, 7 September 2026.

Jadwal tersebut menunjukkan jarak antara penetapan dan penugasan sangat singkat.

Peserta yang dinyatakan berhasil perlu mempersiapkan diri terhadap kemungkinan penempatan sesuai pilihan dan kebutuhan program.

Namun penting membedakan antara jadwal penetapan dengan pengumuman nama yang sudah tersedia.

Per Minggu pagi, sumber resmi yang dapat diverifikasi mencantumkan bahwa hasil dijadwalkan ditetapkan 6 September.

Karena itu, judul berita tidak sebaiknya menyatakan “72 orang resmi lolos” apabila daftar penerima belum benar-benar dipublikasikan.

Jumlah 72 merupakan kursi yang tersedia dalam seleksi, bukan jumlah orang yang sudah dikonfirmasi lulus pada saat informasi ini ditulis.

Peserta sebaiknya memeriksa akun maupun portal seleksi masing-masing untuk mengetahui perkembangan.

Informasi yang beredar di grup percakapan tidak seharusnya menjadi dasar utama.

Daftar kelulusan dan penempatan harus mengacu pada sistem resmi UNJ dan Kemendikdasmen.

Dengan 72 kursi pada 12 formasi mata pelajaran dan tiga lokasi penugasan, seleksi TPP SNT memberikan peluang bagi lulusan PPG serta guru non-ASN bersertifikat yang memenuhi persyaratan.

Tahap seleksi telah berlangsung sangat cepat.

Setelah pendaftaran, verifikasi, microteaching dan wawancara, penetapan hasil dijadwalkan hari ini dan penugasan mulai besok.

Bagi peserta yang mengikuti proses tersebut, 6 September menjadi hari penting untuk memastikan apakah mereka akan menjadi bagian dari tenaga pendamping pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ajaran 2026/2027.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna