Keboncinta.com-- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN Women resmi membuka pendaftaran UN Women EmPower Academy, sebuah program pembelajaran daring yang dirancang khusus untuk perempuan di kawasan Asia Pasifik.
Program ini menyasar perempuan muda yang memiliki kepedulian terhadap isu aksi iklim, transisi hijau, dan transformasi digital.
EmPower Academy hadir sebagai ruang pembelajaran interaktif yang membekali peserta dengan keterampilan teknis sekaligus keterampilan lintas bidang (transferable skills).
Fokus utamanya adalah menyiapkan perempuan agar mampu mengambil peran kepemimpinan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan era digital secara inklusif serta responsif gender.
Melalui kombinasi literasi data, kecerdasan buatan (AI), manajemen proyek, dan kewirausahaan hijau, peserta akan dibimbing untuk merancang solusi nyata atas persoalan lingkungan.
Baca Juga: Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Rampung, Libatkan 123 Penulis dari Seluruh Nusantara
Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
EmPower Academy sangat relevan bagi pelajar, mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga calon inovator yang ingin mengubah ide menjadi aksi berkelanjutan.
UN Women menyediakan beberapa jalur pembelajaran yang fleksibel sehingga peserta dapat menyesuaikan dengan minat, kemampuan, dan ketersediaan waktu.
Jalur pembelajaran yang ditawarkan antara lain The Ultimate Green-Skilled Young Professional selama tiga bulan, yang merupakan program paling komprehensif dengan keluaran berupa proposal proyek atau rencana bisnis hijau.
Ada pula The Green Data Analyst selama 1,5 bulan yang berfokus pada analisis dan visualisasi data untuk advokasi iklim.
Baca Juga: BRI Rayakan Usia 130 Tahun dengan Promo Nasional, Diskon hingga Rp1,3 Juta di Ratusan Merchant
Selain itu, tersedia The Green AI Analyst selama dua bulan yang mengajarkan pemanfaatan AI tanpa kode untuk prediksi iklim, keanekaragaman hayati, dan mitigasi bencana.
Bagi peserta yang tertarik membangun usaha berkelanjutan, The Green Entrepreneur menjadi jalur yang dirancang khusus untuk menghasilkan model bisnis hijau dan presentasi singkat.
Peserta akan memperoleh berbagai kemampuan penting, mulai dari literasi data untuk aksi iklim, penggunaan alat digital tanpa kode, penerapan AI yang etis dan inklusif, hingga penyusunan proyek dan model bisnis berbasis bukti.
Program ini terbuka bagi perempuan usia 15–34 tahun di kawasan Asia Pasifik, termasuk mahasiswa, profesional muda, aktivis, penyandang disabilitas, serta perempuan dari komunitas adat.
Menariknya, peserta tidak diwajibkan memiliki latar belakang AI atau pemrograman. Seluruh kegiatan akan disampaikan dalam bahasa Inggris dengan komitmen waktu minimal tiga jam per minggu.
Baca Juga: Yayasan Pesantren Kebon Cinta Hadirkan Pesantren Ramah Anak untuk Usia MI hingga MA, Yuk Disimak
Pendaftaran dibuka hingga 16 Desember 2025, sementara pelaksanaan program berlangsung pada Januari hingga Maret 2026.
Program ini menjadi peluang strategis bagi perempuan muda untuk tampil sebagai agen perubahan, sekaligus berkontribusi aktif dalam agenda global terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.***