Pendidikan
Rahman Abdullah

Sering Kehilangan Kesabaran di Kelas? Ini 6 Cara Guru Menjaga Emosi

Sering Kehilangan Kesabaran di Kelas? Ini 6 Cara Guru Menjaga Emosi

09 Agustus 2026 | 14:14

Keboncinta.com-- Menjadi seorang guru membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menguasai materi pelajaran. Setiap hari, pendidik juga harus berhadapan dengan berbagai karakter peserta didik yang memiliki kebiasaan, emosi, dan cara berperilaku yang berbeda-beda.

Dalam satu waktu, kelas bisa berlangsung dengan tenang. Namun beberapa menit kemudian, suasana dapat berubah karena tingkah murid yang tidak terduga. Kondisi semacam ini terkadang membuat guru harus mengeluarkan tenaga dan kesabaran lebih besar.

Jika tekanan tersebut terus terjadi tanpa diimbangi kemampuan mengelola diri, guru bisa mengalami kelelahan emosional dan stres. Padahal, sebagian besar perilaku anak bukan muncul karena mereka sengaja ingin membuat guru kesal. Mereka masih berada dalam tahap belajar memahami aturan, lingkungan, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu, kemampuan guru mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan agar guru tidak mudah terbawa tekanan ketika menghadapi berbagai tingkah peserta didik.

Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Mulai Terungkap, Benarkah Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu?

1. Atur Pernapasan Ketika Emosi Mulai Meningkat

Ketika menghadapi perilaku murid yang membuat kesal, guru sebaiknya tidak langsung memberikan respons dalam kondisi emosi tinggi.

Berikan waktu beberapa detik untuk menenangkan diri. Tarik napas perlahan dan dalam, kemudian keluarkan secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan ruang bagi guru untuk berpikir sebelum bertindak. Dengan kondisi yang lebih tenang, respons yang diberikan kepada murid juga cenderung lebih terukur dan tidak didominasi oleh emosi sesaat.

2. Jangan Lupakan Makan dan Minum

Kesibukan mengajar terkadang membuat guru lupa memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Jadwal yang padat dapat menyebabkan waktu makan berantakan atau kebutuhan cairan tidak tercukupi.

Padahal, tubuh membutuhkan energi agar dapat menjalankan aktivitas dengan optimal. Kondisi fisik yang kurang prima juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah dan sensitif ketika menghadapi tekanan.

Karena itu, guru sebaiknya tetap memperhatikan pola makan dan mencukupi kebutuhan air putih. Konsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu menjaga stamina sehingga aktivitas mengajar dapat dilakukan dengan lebih baik.

Baca Juga: Nasib 947 Ribu PPPK Paruh Waktu Mulai Dibahas, Peralihan ke Penuh Waktu Masih Tunggu Aturan Pemerintah

3. Coba Melihat Tingkah Murid dari Sudut Pandang Berbeda

Tidak semua perilaku murid harus langsung dianggap sebagai gangguan.

Anak-anak terkadang bertingkah spontan, lucu, atau melakukan sesuatu yang tidak terduga. Jika dilihat dari sisi lain, tingkah tersebut justru dapat menjadi hiburan kecil di tengah padatnya aktivitas guru.

Bukan berarti guru harus membiarkan perilaku yang mengganggu pembelajaran. Namun, membedakan antara kenakalan yang perlu ditegur dan tingkah spontan yang masih wajar dapat membantu guru mengurangi tekanan emosional.

Cara pandang yang lebih positif juga dapat membuat interaksi antara guru dan murid terasa lebih menyenangkan.

4. Biasakan Tersenyum

Senyum merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menciptakan suasana interaksi yang lebih positif.

Ketika menghadapi situasi yang kurang menyenangkan, menjaga ekspresi tetap tenang dapat membantu guru agar tidak semakin larut dalam emosi negatif.

Senyum bukan berarti setiap masalah harus dianggap sebagai sesuatu yang lucu. Namun, ekspresi yang ramah dapat membuat suasana kelas lebih nyaman dan membantu membangun hubungan yang baik antara guru dengan peserta didik.

Baca Juga: Pendaftaran BPI GTK 2026 Semakin Dekat, Guru Wajib Siapkan Deretan Dokumen Ini Sejak Sekarang

5.

Tags:
Guru Stres Tips Mengajar

Komentar Pengguna