Keboncinta.com-- Kesempatan meningkatkan kompetensi kembali terbuka bagi guru Sekolah Dasar di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka Program Pelatihan Teknis Non Gelar Capacity Building for Primary School Teachers in English Language Teaching yang secara khusus ditujukan bagi guru SD.
Pendaftaran program tersebut memasuki hari terakhir pada Senin, 28 September 2026. Berdasarkan portal resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, pendaftaran telah dibuka sejak 18 September dan akan ditutup pada 28 September 2026 pukul 23.59.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif, kontekstual, interaktif, dan menyenangkan bagi murid Sekolah Dasar.
Pelatihan menjadi semakin relevan karena Bahasa Inggris akan beralih menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Pemerintah pun mulai menyiapkan tenaga pendidik agar perubahan tersebut dibarengi kesiapan guru di ruang kelas.
Program Capacity Building for Primary School Teachers in English Language Teaching juga dilaporkan merupakan kerja sama Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP, serta Deakin University, Australia.
Meski ditujukan kepada guru SD, tidak semua guru dapat langsung mengikuti program tersebut karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
Calon peserta harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, merupakan guru jenjang Sekolah Dasar dan berusia maksimal 55 tahun pada 31 Desember 2026.
Guru juga wajib memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau NUPTK serta dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Dalam persyaratan khusus, peserta harus berstatus sebagai pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan dan mempunyai pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut pada satuan pendidikan formal.
Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan minimal S1 atau D4 dengan Indeks Prestasi Kumulatif paling rendah 3,00 pada skala 4 atau yang setara.
Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan penting. Peserta dapat menggunakan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku, seperti TOEFL ITP minimal 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, EnglishScore 290, atau Versant Test 47.
Ketentuan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dapat dikecualikan bagi calon peserta yang merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri dengan ketentuan ijazah dan masa kelulusan memenuhi persyaratan program.
Dokumen yang harus disiapkan juga cukup lengkap. Selain formulir pendaftaran, KTP dan NUPTK, peserta perlu menyiapkan surat rekomendasi dari atasan, surat keterangan sehat, SK pengangkatan sebagai pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan, surat tugas mengajar, surat aktif bertugas, ijazah serta transkrip nilai.
Salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian adalah personal statement. Peserta diminta membuat esai dalam Bahasa Inggris dengan panjang minimal 500 kata.
Esai tersebut harus memuat motivasi mengikuti program, pentingnya pemahaman topik pelatihan dalam pembelajaran, inovasi yang pernah dilakukan guru, serta rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan.
Program ini bukan sekadar memberikan penguatan kemampuan berbahasa Inggris. Guru juga diarahkan agar mampu memahami karakteristik belajar anak dan menyusun pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Strategi pembelajaran interaktif menjadi bagian penting karena pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tentu memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pemerintah sebelumnya juga telah menjalankan program peningkatan kompetensi guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris secara bertahap. Pada tahap awal tahun 2026, ribuan guru dari puluhan provinsi telah mengikuti program penguatan kompetensi tersebut.
Hal ini menjadi bagian dari persiapan besar menuju penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.
Bagi guru yang memenuhi persyaratan dan belum menyelesaikan pendaftaran, penting untuk tidak menunggu hingga mendekati batas akhir. Portal resmi mencantumkan batas pendaftaran pada 28 September 2026 pukul 23.59.
Pendaftaran dan informasi persyaratan lengkap dapat diperiksa melalui Portal Pelatihan Teknis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen.
***