Berita
Hilmi An Naufal

Beasiswa SEARCA 2027/2028 Dibuka untuk WNI, Kuliah S2-S3 di 6 Kampus Asia Tenggara

Beasiswa SEARCA 2027/2028 Dibuka untuk WNI, Kuliah S2-S3 di 6 Kampus Asia Tenggara

28 September 2026 | 06:43

Keboncinta.com-- Kesempatan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 melalui beasiswa penuh kembali terbuka bagi warga negara Indonesia. Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture atau SEARCA membuka program Full Master's and PhD Scholarship untuk tahun akademik 2027/2028.

Program ini menjadi kesempatan menarik terutama bagi dosen, peneliti, tenaga kependidikan, pegawai lembaga penelitian, maupun pegawai instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang pertanian, pembangunan pedesaan dan bidang terkait.

SEARCA merupakan salah satu pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization atau SEAMEO. Program beasiswa tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan riset yang dapat memberikan dampak terhadap sektor pertanian dan pembangunan pedesaan di kawasan Asia Tenggara.

Bagi pelamar asal Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menerbitkan pengumuman resmi mengenai penawaran Beasiswa SEARCA Master's and Doctoral Scholarship Program Tahun 2027/2028.

Beasiswa tersedia untuk jenjang Magister atau S2 dan Doktor atau S3.

Pelamar harus memilih bidang studi yang berkaitan dengan pengembangan pertanian dan pedesaan. Penelitian tesis atau disertasi juga diharapkan memiliki keterkaitan dengan persoalan strategis yang menjadi perhatian SEARCA.

Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain peningkatan pendapatan petani, peningkatan ketahanan pangan dan gizi, peningkatan ketahanan sistem pertanian terhadap perubahan iklim, serta pemberdayaan petani, kelompok tani dan berbagai lembaga yang bergerak di sektor pertanian.

Menariknya, penerima beasiswa tidak hanya dapat belajar di Indonesia. Ada enam perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara yang dapat menjadi lokasi studi.

Tiga di antaranya berada di Indonesia, yakni IPB University, Universitas Gadjah Mada atau UGM, dan Universitas Brawijaya atau UB.

Sementara perguruan tinggi luar negeri yang menjadi pilihan adalah Kasetsart University di Thailand, Universiti Putra Malaysia di Malaysia, dan University of the Philippines Los Baños di Filipina.

Dari sisi usia, calon penerima program Magister berusia maksimal 40 tahun ketika mendaftar. Sedangkan calon penerima program Doktor maksimal berusia 45 tahun.

SEARCA juga menetapkan bahwa program ini terbuka bagi warga negara anggota SEAMEO yang merupakan pegawai tetap pada institusi akademik, lembaga penelitian maupun instansi pemerintah.

Kemampuan Bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam proses pendaftaran. Dalam pengumuman Kemdiktisaintek, calon peserta Indonesia dipersyaratkan memiliki IELTS minimal 6.0 atau TOEFL iBT minimal 75.

Pelamar juga perlu mempersiapkan sejumlah dokumen dalam Bahasa Inggris.

Dokumen tersebut antara lain transkrip akademik, ijazah atau bukti penyelesaian pendidikan sebelumnya, surat keterangan kerja, formulir rekomendasi dari pembimbing akademik dan pemberi kerja, serta penjelasan singkat mengenai rencana penelitian tesis atau disertasi.

Selain itu, peserta perlu menyiapkan surat keterangan kesehatan dari dokter.

Program ini memberikan pembiayaan yang cukup lengkap. SEARCA mencantumkan biaya kuliah dan biaya pendidikan lainnya sebagai salah satu komponen yang ditanggung.

Penerima juga memperoleh tunjangan perjalanan berupa tiket pulang-pergi dari negara asal menuju lokasi studi dan transportasi lokal sesuai ketentuan.

Dukungan lainnya meliputi bantuan penelitian tesis atau disertasi, tunjangan buku dan perlengkapan, asuransi kesehatan, serta uang saku untuk kebutuhan makanan, tempat tinggal dan pengeluaran insidental.

Dengan fasilitas tersebut, penerima dapat lebih fokus menjalani pendidikan dan kegiatan penelitian selama masa studi.

Berdasarkan pengumuman resmi Kemdiktisaintek untuk pelamar Indonesia, dokumen aplikasi perlu disampaikan sesuai mekanisme yang ditentukan paling lambat 30 Oktober 2026.

Pelamar disarankan tidak menunggu mendekati batas akhir karena dokumen akademik, surat rekomendasi, sertifikat Bahasa Inggris serta rencana penelitian membutuhkan waktu untuk dipersiapkan.

Calon peserta juga perlu memeriksa kembali persyaratan melalui laman resmi Kemdiktisaintek dan SEARCA sebelum mengirimkan aplikasi, terutama apabila terdapat pembaruan pada mekanisme maupun jadwal seleksi.

Bagi dosen, peneliti maupun pegawai yang ingin memperdalam ilmu di bidang pertanian dan pembangunan pedesaan, Beasiswa SEARCA 2027/2028 dapat menjadi salah satu peluang pendidikan yang patut dipertimbangkan.

***

Tags:

Komentar Pengguna