Berita
Hilmi An Naufal

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden hingga 2 Oktober 2026, Ini Tema dan Syaratnya

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden hingga 2 Oktober 2026, Ini Tema dan Syaratnya

28 September 2026 | 06:31

Keboncinta.com-- Menjelang peringatan Hari Santri 2026, Kementerian Agama membuka ruang bagi santri dari berbagai pesantren di Indonesia untuk menyampaikan gagasan dan harapan mereka melalui Sayembara “Surat Santri untuk Presiden”.

Program yang digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Tahun 2026.

Melalui sayembara ini, para santri diberikan kesempatan menuangkan gagasan mengenai berbagai persoalan masyarakat dan masa depan Indonesia dalam bentuk surat.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi santri untuk berkontribusi melalui tradisi menulis yang telah lama berkembang di lingkungan pesantren.

Para peserta dapat memilih salah satu dari tiga fokus tema yang telah ditentukan.

Tema pertama adalah aspirasi tentang pendidikan. Santri dapat menyampaikan pandangan, pengalaman maupun gagasan mengenai bagaimana pendidikan Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Tema kedua adalah kepedulian terhadap lingkungan. Dalam tema ini, peserta dapat menuliskan gagasan terkait pelestarian alam, kebersihan, pengelolaan lingkungan maupun peran pesantren dan generasi muda dalam menjaga bumi.

Sementara tema ketiga adalah harapan untuk kesejahteraan rakyat. Santri dapat menyampaikan pandangan dan harapannya mengenai kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan peserta.

Surat harus ditulis tangan menggunakan pulpen dengan tinta berwarna hitam atau biru. Panjang tulisan dibatasi maksimal 700 kata atau dua halaman kertas berukuran A4.

Karya yang dikirimkan harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi serta belum pernah menjadi juara dalam perlombaan lain.

Setelah selesai ditulis tangan, surat kemudian dipindai atau di-scan dan disimpan dalam format PDF untuk dikirimkan secara daring.

Peserta juga harus melengkapi sejumlah data pendukung, antara lain identitas diri, asal pesantren, nomor WhatsApp aktif peserta atau guru pembina, tema yang dipilih, naskah surat dalam format PDF serta surat pernyataan keaslian karya.

Berdasarkan informasi terbaru Kementerian Agama, penerimaan karya berlangsung mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.

Naskah dikirim melalui alamat email resmi panitia Hari Santri 2026 di harisantri2026@kemenag.go.id.

Karya terbaik nantinya akan dipilih untuk menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Para pemenang juga direncanakan mendapatkan kesempatan menghadiri malam puncak rangkaian Hari Santri bertajuk “Malam Bakti Santri untuk Negeri”.

Surat terbaik selanjutnya akan menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi dan gagasan santri kepada Presiden Republik Indonesia.

Sayembara tersebut menunjukkan bahwa rangkaian Hari Santri tidak hanya diisi kegiatan seremonial maupun keagamaan. Santri juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan literasi sekaligus menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Bagi pengelola pesantren maupun guru pembina, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan untuk mendorong santri meningkatkan kemampuan menulis, menyusun argumentasi dan menyampaikan pemikiran secara terstruktur.

Calon peserta sebaiknya segera menyiapkan naskah karena batas akhir penerimaan karya dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

Informasi terbaru mengenai ketentuan sayembara serta rangkaian Hari Santri Tahun 2026 dapat dipantau melalui kanal resmi Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Pesantren.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna