keboncinta.com-- Pernahkah Anda menegur anak karena kesalahannya, namun yang terjadi justru anak menangis histeris atau malah menjadi sangat defensif? Sering kali, maksud baik orang tua untuk memperbaiki perilaku anak tersampaikan dengan cara yang terlalu keras, sehingga pesan utamanya justru tenggelam dalam emosi negatif.
Anak-anak memiliki harga diri (self-esteem) yang sedang bertumbuh. Teguran yang hanya berisi kemarahan dapat membuat mereka merasa sebagai "anak nakal," bukan "anak baik yang melakukan kesalahan." Di sinilah Teknik Sandwich menjadi solusi komunikasi yang efektif.
Apa Itu Teknik Sandwich?
Sesuai namanya, teknik ini menyusun kata-kata seperti lapisan sandwich: dua lapis pujian yang menjepit satu lapis teguran di tengahnya. Tujuannya adalah agar kritik lebih mudah diterima tanpa merusak kepercayaan diri anak.
Strukturnya adalah:
Roti Atas (Pujian/Afirmasi): Mulai dengan sesuatu yang positif tentang anak.
Isi (Teguran/Kritik): Sampaikan kesalahan atau perilaku yang perlu diperbaiki.
Roti Bawah (Pujian/Motivasi): Tutup dengan kata-kata penyemangat atau kepercayaan bahwa mereka bisa lebih baik.
Cara Praktis Menerapkannya
Mari kita lihat perbandingannya dalam situasi sehari-hari:
Situasi: Anak lupa membereskan mainan setelah bermain.
Mengapa Teknik Ini Berhasil?
Tips Agar Teknik Sandwich Tetap Tulus
Agar teknik ini tidak terasa seperti manipulasi, pastikan Ayah dan Bunda memperhatikan hal berikut:
Menegur adalah bagian dari mendidik, bukan menyakiti. Dengan menggunakan teknik sandwich, kita sedang mengajarkan anak bahwa melakukan kesalahan itu manusiawi, namun memperbaikinya adalah sebuah keharusan. Komunikasi yang lembut namun tegas akan membangun karakter anak yang kuat sekaligus menjaga ikatan emosional yang hangat dengan orang tua.