Seni Menegur Anak: Teknik "Sandwich" (Puji-Tegur-Puji) Agar Kritik Tidak Melukai Hati Anak

Seni Menegur Anak: Teknik "Sandwich" (Puji-Tegur-Puji) Agar Kritik Tidak Melukai Hati Anak

25 Januari 2026 | 14:16

keboncinta.com--  Pernahkah Anda menegur anak karena kesalahannya, namun yang terjadi justru anak menangis histeris atau malah menjadi sangat defensif? Sering kali, maksud baik orang tua untuk memperbaiki perilaku anak tersampaikan dengan cara yang terlalu keras, sehingga pesan utamanya justru tenggelam dalam emosi negatif.

Anak-anak memiliki harga diri (self-esteem) yang sedang bertumbuh. Teguran yang hanya berisi kemarahan dapat membuat mereka merasa sebagai "anak nakal," bukan "anak baik yang melakukan kesalahan." Di sinilah Teknik Sandwich menjadi solusi komunikasi yang efektif.

Apa Itu Teknik Sandwich?

Sesuai namanya, teknik ini menyusun kata-kata seperti lapisan sandwich: dua lapis pujian yang menjepit satu lapis teguran di tengahnya. Tujuannya adalah agar kritik lebih mudah diterima tanpa merusak kepercayaan diri anak.

Strukturnya adalah:

Roti Atas (Pujian/Afirmasi): Mulai dengan sesuatu yang positif tentang anak.

Isi (Teguran/Kritik): Sampaikan kesalahan atau perilaku yang perlu diperbaiki.

Roti Bawah (Pujian/Motivasi): Tutup dengan kata-kata penyemangat atau kepercayaan bahwa mereka bisa lebih baik.

Cara Praktis Menerapkannya

Mari kita lihat perbandingannya dalam situasi sehari-hari:

Situasi: Anak lupa membereskan mainan setelah bermain.

  • Cara Biasa: "Kenapa mainannya berantakan terus? Pemalas sekali, ayo bereskan sekarang!" (Ini menyerang karakter anak dengan sebutan "pemalas").
  • Teknik Sandwich:
    • (Puji): "Wah, Ibu senang sekali tadi lihat kamu asyik bermain dan kreatif banget bikin istananya."
    • (Tegur): "Tapi, istananya sekarang menghalangi jalan dan bisa terinjak. Yuk, kita rapikan kembali ke kotaknya supaya besok bisa main lagi dengan nyaman."
    • (Puji): "Ibu tahu kamu anak yang bertanggung jawab dan bisa merapikannya dengan cepat. Mau Ibu bantu sedikit atau mau sendiri?"

Mengapa Teknik Ini Berhasil?

  • Menurunkan Pertahanan Diri: Saat diawali dengan pujian, anak merasa dihargai. Hal ini membuka "pintu" pendengaran mereka sehingga saat teguran masuk, mereka tidak langsung merasa terancam.
  • Fokus pada Perilaku, Bukan Pribadi: Teknik ini memisahkan antara kasih sayang Anda terhadap anak dengan ketidaksukaan Anda terhadap perilaku mereka.
  • Memberikan Solusi: Karena ditutup dengan motivasi, anak merasa memiliki kemampuan untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar merasa bersalah.

Tips Agar Teknik Sandwich Tetap Tulus

Agar teknik ini tidak terasa seperti manipulasi, pastikan Ayah dan Bunda memperhatikan hal berikut:

  • Tulus dalam Memuji: Jangan mencari-cari alasan. Berikan pujian pada hal yang benar-benar mereka lakukan dengan baik.
  • Gunakan Nada Bicara yang Tenang: Teknik ini akan gagal jika disampaikan dengan nada membentak.
  • Singkat dan Jelas: Jangan bertele-tele pada bagian "Isi" agar anak tetap menangkap poin utamanya.

Menegur adalah bagian dari mendidik, bukan menyakiti. Dengan menggunakan teknik sandwich, kita sedang mengajarkan anak bahwa melakukan kesalahan itu manusiawi, namun memperbaikinya adalah sebuah keharusan. Komunikasi yang lembut namun tegas akan membangun karakter anak yang kuat sekaligus menjaga ikatan emosional yang hangat dengan orang tua.

Tags:
Parenting Pola Asuh Komunikasi Positif Disiplin Positif Teknik Sandwich Mental Health Anak

Komentar Pengguna