KEBONCINTA.COM – Kamis, 10 September 2026 – Keterbatasan biaya sempat membuat seorang siswa bernama Putri harus menghentikan pendidikannya ketika masih duduk di bangku SMK.
Namun perjalanan pendidikannya berubah setelah ia mendapatkan kesempatan kembali belajar melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Kini, pada usia 19 tahun, Putri berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Ary Ginanjar atau UAG ESQ Business School.
Ia diterima pada Program Studi Sistem Informasi Tahun Akademik 2026/2027.
Kisah tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kegiatan Wisuda Ke-10 dan Welcoming Reception Ke-14 UAG ESQ Business School di Jakarta Selatan pada Rabu, 9 September 2026.
Putri merupakan lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak, Kalimantan Barat.
Sebelum masuk Sekolah Rakyat, perjalanan pendidikannya tidak mudah.
Ia sebelumnya bersekolah di SMK hingga kelas II.
Kondisi ekonomi keluarga kemudian membuatnya tidak mampu melanjutkan menuju kelas III.
Situasi tersebut menjadi gambaran salah satu penyebab anak putus sekolah yang masih ditemukan di Indonesia.
Kemampuan akademik atau keinginan belajar tidak selalu menjadi persoalan utama.
Biaya dan keadaan keluarga dapat membuat seorang anak terpaksa meninggalkan sekolah.
Sekolah Rakyat kemudian memberikan Putri kesempatan kedua.
Program tersebut dirancang pemerintah untuk memberikan akses pendidikan kepada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Selain pembelajaran, siswa memperoleh berbagai fasilitas penunjang sehingga persoalan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang utama untuk tetap mengikuti pendidikan.
Putri mengaku sempat ragu ketika pertama kali ditawari masuk Sekolah Rakyat.
Ia mempunyai keinginan membantu perekonomian keluarga.
Namun dorongan dari ibunya membuat keputusan tersebut berubah.
Kesempatan mengikuti pendidikan tanpa dibebani biaya akhirnya dipilih.
Langkah tersebut kemudian membuka jalan yang sebelumnya mungkin sulit dibayangkan.
Selama mengikuti Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik.
Program juga mencoba memetakan potensi masing-masing peserta didik.
Putri mengikuti tes DNA Talent dari ESQ Corp untuk mengetahui kecenderungan minat dan potensi dirinya.
Hasil pemetaan tersebut kemudian dapat digunakan guru untuk membantu memberikan bimbingan.
Pendekatan seperti ini mempunyai tujuan agar pendidikan tidak memperlakukan seluruh siswa sebagai individu dengan kemampuan yang sama.
Ada siswa yang mempunyai kekuatan pada bidang numerik.
Ada yang lebih menonjol dalam komunikasi.
Siswa lain dapat mempunyai kemampuan teknologi, seni maupun keterampilan praktis.
Ketika potensi diketahui lebih awal, sekolah dapat memberikan pendampingan yang lebih sesuai.
Bagi Putri, proses tersebut akhirnya berlanjut sampai pendidikan tinggi.
Ia mendapatkan kesempatan belajar Sistem Informasi di UAG ESQ Business School melalui jalur beasiswa.
Program studi Sistem Informasi menggabungkan dunia teknologi informasi dengan kebutuhan organisasi dan bisnis.
Mahasiswa biasanya mempelajari bagaimana teknologi digunakan untuk mengelola data dan mendukung proses organisasi.
Bidang tersebut semakin relevan di tengah perkembangan transformasi digital dan kecerdasan artifisial.
Perusahaan dari berbagai sektor membutuhkan tenaga yang memahami teknologi sekaligus proses bisnis.
Namun keberhasilan mendapatkan beasiswa bukan menjadi akhir perjalanan Putri.
Perguruan tinggi membawa tantangan baru.
Mahasiswa harus mempunyai kemandirian lebih besar dalam mengatur waktu, menyelesaikan tugas dan mengembangkan keterampilan.
Kondisinya tentu berbeda dibandingkan Sekolah Rakyat.
Tetapi pengalaman melewati fase putus sekolah kemudian kembali belajar dapat menjadi modal ketangguhan tersendiri.
Menariknya, kesempatan beasiswa tersebut tidak hanya diberikan kepada satu siswa.
Menteri Sosial menyampaikan selain Putri terdapat 35 siswa Sekolah Rakyat lainnya yang juga menjadi penerima beasiswa dari UAG dan ESQ Business School untuk program berikutnya.
Tujuh di antaranya bahkan direncanakan memperoleh jalur pekerjaan sesuai potensi atau talenta yang dimiliki.
Jika model tersebut berkembang, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi memastikan anak menyelesaikan pendidikan menengah.
Program mempunyai tahapan lanjutan agar lulusannya tidak kembali berada dalam kondisi tanpa pilihan.
Menteri Sosial menekankan lulusan Sekolah Rakyat diarahkan mempunyai dua jalur.
Mereka dapat melanjutkan kuliah atau masuk menjadi pekerja terampil.
Tujuan akhirnya adalah memutus mata rantai kemiskinan.
Pendidikan menjadi alat agar kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konsep tersebut membutuhkan hilirisasi pendidikan.
Sekolah tidak cukup hanya menghasilkan ijazah.
Lulusan harus mempunyai kompetensi yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan atau memperoleh pekerjaan.
Program pendidikan untuk keluarga miskin akan mempunyai dampak lebih kuat apabila lulusan akhirnya memperoleh pendapatan yang dapat meningkatkan kondisi keluarga.
Dalam kasus Putri, jalur pendidikan tinggi menjadi pilihan.
Bagi siswa lain, pendidikan vokasi atau pekerjaan terampil dapat menjadi jalur yang sama baiknya sesuai kemampuan masing-masing.
Hal yang penting adalah anak tidak kembali menganggur setelah selesai sekolah.
Kerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha kemudian menjadi penting.
Pemerintah tidak dapat menyiapkan seluruh peluang sendiri.
Universitas dapat menyediakan beasiswa.
Perusahaan dapat memberikan pelatihan, magang maupun kesempatan pekerjaan.
Sementara sekolah berperan mempersiapkan siswa agar mempunyai kompetensi dan karakter yang dibutuhkan.
Kisah Putri juga menunjukkan persoalan anak putus sekolah tidak berarti perjalanan pendidikan harus berakhir selamanya.
Terdapat jalur untuk kembali.
Namun anak membutuhkan informasi serta akses terhadap program yang sesuai.
Sebagian anak putus sekolah mungkin merasa sudah terlalu terlambat untuk melanjutkan.
Padahal kesempatan pendidikan dapat hadir melalui berbagai program formal maupun alternatif.
Peran keluarga juga terlihat kuat.
Putri mengaku dorongan dari ibunya menjadi salah satu alasan menerima kesempatan di Sekolah Rakyat.
Dukungan orang terdekat dapat menentukan ketika seorang anak harus membuat keputusan besar mengenai pendidikan.
Sekolah kemudian perlu mempertahankan motivasi tersebut melalui lingkungan belajar yang mendukung.
Menurut Putri, selama berada di Sekolah Rakyat ia memperoleh berbagai fasilitas mulai dari kebutuhan pendidikan hingga makan.
Dukungan seperti itu diperlukan karena persoalan ekonomi tidak hanya berbentuk biaya sekolah.
Transportasi, makanan, tempat tinggal dan kebutuhan harian juga dapat menjadi alasan seorang anak berhenti belajar.
Menghilangkan biaya sekolah saja belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan keluarga kurang mampu.
Program berasrama dan dukungan kebutuhan dasar mencoba menjawab hambatan tersebut secara lebih menyeluruh.
Putri kini memasuki tahap baru di perguruan tinggi.
Dari siswa yang sempat tidak dapat melanjutkan kelas III SMK karena persoalan biaya, ia kini menjadi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi melalui beasiswa.
Perjalanan tersebut sekaligus memberikan gambaran tujuan akhir Sekolah Rakyat.
Program diharapkan tidak hanya membuat anak kembali duduk di kelas.
Lulusannya diharapkan mempunyai jalan menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja sehingga dapat menjadi agen perubahan bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.
Dengan 35 siswa lain yang juga mendapatkan kesempatan beasiswa, hasil tersebut dapat menjadi awal bagi lebih banyak lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun-tahun berikutnya.