Berita
Admin

Sejarah Indonesia Ditulis Ulang dalam 11 Jilid, Jadi Rujukan Baru Generasi Muda

Sejarah Indonesia Ditulis Ulang dalam 11 Jilid, Jadi Rujukan Baru Generasi Muda

16 Desember 2025 | 11:09

Keboncinta.com-- Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan buku penulisan ulang Sejarah Indonesia dengan ketebalan yang mencengangkan, mencapai 7.958 halaman.

Karya monumental ini diperkenalkan kepada publik pada Minggu, 14 Desember 2025, dan langsung menarik perhatian akademisi, sejarawan, hingga masyarakat luas.

Buku berjudul “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” tersebut disusun dalam sebelas jilid dan menjadi salah satu proyek kebudayaan paling ambisius yang pernah dilakukan pemerintah.

Penulisan ulang ini bertujuan menghadirkan narasi sejarah Indonesia yang lebih komprehensif, mutakhir, serta berpijak pada perspektif Indonesia-sentris.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro sekaligus editor umum, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., mengungkapkan bahwa jumlah halaman buku ini jauh melampaui rencana awal.

Baca Juga: BRI Rayakan Usia 130 Tahun dengan Promo Nasional, Diskon hingga Rp1,3 Juta di Ratusan Merchant

Tim penulis semula menargetkan sekitar 5.000 halaman, namun dalam proses penyusunan, materi terus berkembang hingga hampir menyentuh angka 8.000 halaman.

Lonjakan tersebut mencerminkan besarnya antusiasme para penulis dan melimpahnya data sejarah yang berhasil dihimpun.

Proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi, serta sejumlah lembaga non-akademik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kolaborasi besar ini didukung oleh tiga editor umum dan 20 editor jilid yang merupakan pakar sejarah dengan latar belakang keilmuan yang beragam.

Dari sebelas jilid yang diterbitkan, sepuluh jilid berisi pembahasan utama, sementara satu jilid terakhir secara khusus memuat faktaneka dan daftar pustaka.

Baca Juga: Yayasan Pesantren Kebon Cinta Hadirkan Pesantren Ramah Anak untuk Usia MI hingga MA, Yuk Disimak

Setiap jilid memiliki ketebalan berbeda karena disesuaikan dengan kompleksitas tema dan periode sejarah yang dibahas.

Sepuluh jilid utama mengulas perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, dan Timur Tengah, kedatangan bangsa Barat, pembentukan negara kolonial, pergerakan nasional, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi pasca-1998.

Jajaran editor umum buku ini terdiri dari Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum. (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. (Universitas Diponegoro), dan Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Dengan terbitnya buku ini, pemerintah berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki rujukan sejarah yang lebih utuh, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga: Yayasan Pesantren Kebon Cinta Hadirkan Pesantren Ramah Anak untuk Usia MI hingga MA, Yuk Disimak

Buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi masa lalu, tetapi juga fondasi intelektual untuk memahami jati diri bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi.***

Tags:
Sejarah Sejarah Indonesia

Komentar Pengguna