Peran penyuluh agama Islam dalam membina majelis taklim sangat strategis karena mereka menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan ajaran agama yang benar. Berikut adalah poin-poin peran pentingnya:
Penyuluh agama memberikan arahan kepada pengurus dan jamaah majelis taklim agar kegiatan yang dilakukan sesuai dengan ajaran Islam yang moderat (wasathiyah), serta menghindari paham yang dapat menimbulkan perpecahan.
Mereka membantu menyiapkan bahan pengajian yang sesuai kebutuhan jamaah, mulai dari akidah, syariah, hingga akhlak, agar pembinaan berjalan terarah dan bermanfaat.
Penyuluh berperan penting menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air melalui materi-materi yang disampaikan di majelis taklim, sehingga jamaah tidak terpengaruh ajaran radikal.
Penyuluh mendampingi pengelolaan majelis taklim agar berjalan profesional, misalnya dalam hal manajemen kegiatan, pembukuan, dan pelaporan ke Kementerian Agama melalui Sistem Informasi Manajemen Majelis Taklim (SIMAS).
Selain menyampaikan materi agama, penyuluh juga memberikan wawasan terkait isu-isu sosial seperti keluarga sakinah, pendidikan anak, dan pentingnya menjaga kerukunan antarumat.
Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, akhlak, dan cara berinteraksi, sehingga jamaah majelis taklim dapat mencontoh perilaku yang baik.
Penyuluh agama Islam berperan tidak hanya sebagai penceramah, tetapi juga sebagai pembina, motivator, dan penggerak majelis taklim agar menjadi pusat pembelajaran Islam yang moderat, inklusif, dan sesuai dengan visi Kementerian Agama untuk memperkuat moderasi beragama.