Keboncinta.com-- Dalam kegiatan pembelajaran, sering kali siswa sulit fokus, malas mengerjakan tugas, dan motivasi belajarnya naik turun. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena kurangnya motivasi dalam diri? Atau karena kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar?
Padahal, motivasi belajar siswa berasal dari dua sumber utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Apa Itu Motivasi Intrinsik?
Motivasi intrinsik adalah dorongan belajar yang muncul dari dalam diri sendiri.
Ciri-ciri siswa dengan motivasi intrinsik:
Contohnya, siswa yang ingin berkembang akan menantang dirinya sendiri untuk bisa lebih baik. Ia belajar karena sadar bahwa ilmu akan bermanfaat bagi dirinya di masa depan.
Apa Itu Motivasi Ekstrinsik?
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang muncul dari faktor luar, seperti orang tua, guru, atau lingkungan sekitar.
Ciri-ciri siswa dengan motivasi ekstrinsik:
Contohnya, siswa belajar keras karena dijanjikan hadiah, bukan karena ia benar-benar tertarik pada pelajarannya.
Kelebihan dan Kekurangan Keduanya
1. Motivasi Intrinsik
Kelebihan:
Kekurangan:
2. Motivasi Ekstrinsik
Kelebihan:
Kekurangan:
Mana yang Lebih Efektif untuk Siswa?
Keduanya sama-sama penting. Motivasi intrinsik membuat siswa belajar dengan kesadaran diri, sedangkan motivasi ekstrinsik dapat menjadi pendorong awal ketika siswa merasa malas atau sulit memulai. Jadi, tidak harus memilih salah satu justru keduanya saling melengkapi.
Motivasi belajar sangat memengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, siswa perlu menanamkan motivasi dalam dirinya sekaligus memanfaatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Ingat, belajar bukan sekadar tugas, tetapi investasi masa depan.