Motivasi Intrinsik vs Ekstrinsik: Mana yang Paling Efektif untuk Siswa?

Motivasi Intrinsik vs Ekstrinsik: Mana yang Paling Efektif untuk Siswa?

02 Desember 2025 | 21:19

Keboncinta.com-- Dalam kegiatan pembelajaran, sering kali siswa sulit fokus, malas mengerjakan tugas, dan motivasi belajarnya naik turun. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena kurangnya motivasi dalam diri? Atau karena kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar?
Padahal, motivasi belajar siswa berasal dari dua sumber utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Apa Itu Motivasi Intrinsik?

Motivasi intrinsik adalah dorongan belajar yang muncul dari dalam diri sendiri.

Ciri-ciri siswa dengan motivasi intrinsik:

  1. Belajar karena ingin tahu – memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
  2. Menyukai proses belajar – tetap semangat meskipun hasilnya belum sempurna.
  3. Merasa puas setelah memahami sesuatu – kepuasan muncul karena berhasil memahami materi, bukan karena nilai.

Contohnya, siswa yang ingin berkembang akan menantang dirinya sendiri untuk bisa lebih baik. Ia belajar karena sadar bahwa ilmu akan bermanfaat bagi dirinya di masa depan.

Apa Itu Motivasi Ekstrinsik?

Motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang muncul dari faktor luar, seperti orang tua, guru, atau lingkungan sekitar.

Ciri-ciri siswa dengan motivasi ekstrinsik:

  1. Belajar karena ingin nilai bagus – biasanya dipengaruhi pujian atau target dari orang lain.
  2. Takut dimarahi guru/orang tua – belajar karena khawatir mendapatkan nilai rendah.
  3. Ingin hadiah atau pujian – belajar bukan untuk memahami materi, tetapi untuk mendapatkan imbalan.

Contohnya, siswa belajar keras karena dijanjikan hadiah, bukan karena ia benar-benar tertarik pada pelajarannya.

Kelebihan dan Kekurangan Keduanya

1. Motivasi Intrinsik

Kelebihan:

  • Pemahaman lebih tahan lama.
  • Membuat siswa menikmati proses belajar.
  • Meningkatkan kreativitas dan rasa ingin tahu.

Kekurangan:

  • Sulit muncul jika siswa belum menemukan minatnya.

2. Motivasi Ekstrinsik

Kelebihan:

  • Efektif untuk memulai kebiasaan belajar.
  • Memberi dorongan awal bagi siswa yang kurang semangat.

Kekurangan:

  • Tidak bertahan lama.
  • Motivasi mudah hilang jika hadiah atau tekanan tidak ada.

Mana yang Lebih Efektif untuk Siswa?

Keduanya sama-sama penting. Motivasi intrinsik membuat siswa belajar dengan kesadaran diri, sedangkan motivasi ekstrinsik dapat menjadi pendorong awal ketika siswa merasa malas atau sulit memulai. Jadi, tidak harus memilih salah satu justru keduanya saling melengkapi.

Motivasi belajar sangat memengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, siswa perlu menanamkan motivasi dalam dirinya sekaligus memanfaatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Ingat, belajar bukan sekadar tugas, tetapi investasi masa depan.

Tags:
Motivasi Belajar Motivasi Intrinsik Motivasi Ekstrinsik

Komentar Pengguna