Messy Eating Bayi: Mengapa Makan Berantakan Bagus untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Messy Eating Bayi: Mengapa Makan Berantakan Bagus untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

09 November 2025 | 02:50

Sebagai orang tua, melihat bayi makan berantakan memang bisa memicu rasa gemas, stres, bahkan frustrasi. Meja, lantai, hingga baju sering kali penuh noda makanan, belum lagi khawatir makanan yang terbuang membuat bayi kekurangan nutrisi. Namun, Moms, jangan khawatir. Fenomena bayi makan berantakan atau messy eating bukan hanya normal, tapi juga sangat penting bagi tumbuh kembangnya.

Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, Bmedsci.Mkes, menjelaskan bahwa sejak usia tiga bulan, bayi memasuki fase oral. Pada tahap ini, bayi belajar mengenal rasa, tekstur, dan merespons berbagai sensasi melalui mulutnya. Menurut dr. Miza, “Bayi mengigit, menjilat, atau bermain dengan makanan bukan karena lapar, tapi karena mereka ingin belajar dan mengenal dunia. Bisa dibilang, mulut adalah jendela dunia bagi bayi saat itu.”

Meskipun terlihat berantakan, pengalaman makan ini memiliki banyak manfaat positif bagi perkembangan bayi. Berikut ini beberapa alasan mengapa messy eating bayi sebaiknya tidak dihindari.

1. Mengurangi Risiko Picky Eater

Salah satu manfaat paling menonjol dari messy eating adalah membantu bayi terbiasa dengan berbagai makanan dan teksturnya. Aktivitas ini bisa disebut multisensory food play, di mana bayi tidak hanya makan, tapi juga menyentuh, meremas, mencium, hingga mengamati makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering bereksperimen dengan makanan melalui berbagai indera cenderung lebih terbuka terhadap jenis makanan baru. Dengan kata lain, semakin sering bayi bermain dan bereksplorasi dengan makanannya, semakin kecil kemungkinan ia menjadi picky eater di kemudian hari.

Selain itu, sensitivitas sensorik yang tinggi pada bayi dapat memprediksi kecenderungan picky eating. Dengan latihan yang konsisten melalui messy eating, bayi belajar mengenal rasa dan tekstur baru tanpa rasa takut atau penolakan.

2. Melatih Koordinasi Tangan dan Mulut

Selain membantu bayi terbiasa dengan berbagai makanan, messy eating bayi juga menjadi sarana penting untuk melatih koordinasi tangan dan mulut. Saat bayi meraih makanan, meremasnya, dan memasukkan ke mulut, mereka sebenarnya sedang mengasah keterampilan motorik halus sekaligus motorik oral, termasuk gerakan lidah, rahang, dan bibir.

Kemampuan ini sangat penting untuk proses self-feeding bayi, yang merupakan langkah awal agar bayi bisa makan mandiri. Dengan membiarkan bayi menyentuh, memegang, dan memasukkan makanan sendiri, Anda melatih kontrol gerakan serta toleransi terhadap bentuk, tekstur, dan rasa makanan yang berbeda.

Self-feeding juga membantu bayi mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Bayi yang terbiasa makan sendiri cenderung lebih nyaman mencoba makanan baru tanpa bergantung pada orang tua.

3. Mengenal Berbagai Tekstur Makanan

Salah satu keunggulan lain dari makan berantakan adalah kemampuan bayi mengenal beragam tekstur makanan. Melalui sentuhan tangan, bayi dapat merasakan perbedaan antara makanan yang halus, lengket, renyah, atau lunak.

Pengalaman ini sangat berharga karena membantu bayi menerima makanan baru tanpa takut atau menolak.

Tags:
Gaya Hidup

Komentar Pengguna