keboncinta.com --- Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi menjadi sarana untuk mengingat kelahiran Rasulullah dan menggali hikmah dari perjalanan hidupnya.
Rasulullah SAW hadir sebagai pembawa risalah sekaligus teladan utama dalam keadilan, kedermawanan, dan kasih sayang terhadap sesama. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Peringatan Maulid mengingatkan umat Islam agar terus memperbanyak shalawat, karena siapa yang memperbanyak shalawat akan mendapat syafaat Nabi SAW.
Hari kelahiran Rasulullah menjadi momentum untuk mengekspresikan rasa syukur dan cinta kepada beliau. Bahkan dalam riwayat sahih, Abu Lahab yang kafir mendapat keringanan azab setiap Senin karena bergembira atas kelahiran Nabi (HR. Bukhari). Jika seorang kafir mendapat keringanan, tentu seorang mukmin yang merayakan dengan ikhlas lebih layak mendapatkan pahala.
Kelahiran Nabi SAW adalah nikmat terbesar bagi umat manusia. Allah SWT berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).
Maulid menjadi sarana syukur atas nikmat diutusnya Rasulullah sebagai rahmat bagi semesta.
Rasulullah SAW adalah pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang. Beliau juga dikenal sangat dermawan, sebagaimana sabdanya:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Melalui Maulid, umat diajak untuk meneladani sikap peduli, membantu sesama, dan menegakkan keadilan.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada ayahnya, anaknya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari).
Merayakan Maulid adalah salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
Artinya: “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR.