Bolehkah Meminta Kematian?
Renungan dalam empat dimensi: Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat
1. Syariat
Dalam syariat, hidup dan mati adalah mutlak dalam kuasa Allah.
Maka, meminta kematian karena putus asa atau beratnya ujian tidak dibenarkan. Syariat memerintahkan kita untuk bersabar dan berharap hanya kepada-Nya.
Dalil Qur'an:
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."
(QS. An-Nisa: 29)
Hadits:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Janganlah salah seorang di antara kalian mengharap kematian karena suatu musibah yang menimpanya. Jika ia harus memintanya juga, maka hendaklah ia berkata: 'Ya Allah, hidupkanlah aku selama hidup itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika wafat itu lebih baik bagiku."
(HR. Bukhari no. 5671, Muslim no. 2680)
Syariat memandang umur sebagai ladang amal. Maka, selama masih ada waktu, selama itu pula ada kesempatan memperbaiki.
2. Tarekat
Tarekat mengajarkan bahwa hidup adalah perjalanan pulang. Kematian bukan ditakuti, tapi dipersiapkan. Meminta kematian bukan soal keputusasaan, tapi soal rindu pulang kepada Kekasih-bila telah siap.
Namun tarekat menanamkan bahwa selama hidup masih berlangsung, maka perjalanan menuju Allah belum selesai. Maka yang terbaik bukan meminta kematian, tapi memperbaiki diri agar layak kembali.
Dalil Qur'an:
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-Ankabut: 57)
Dalam tarekat, umur adalah amanah. la bukan hak milik, tapi titipan. Maka tidak untuk diakhiri, tetapi dijalani dengan penuh kesadaran ruhani.
3. Hakikat
Hakikat memandang bahwa hidup sejati bukan pada raga, tapi pada ruh yang mengenal Tuhan. Dalam hakikat, "kematian" sejati adalah matinya nafsu, egomu, cintamu pada dunia.
Dalil Qur'an:
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri."
(QS. Al-Hasyr: 19)
Meminta kematian dalam hakikat bukan berarti putus asa dari dunia, tetapi kadang muncul dari jiwa yang telah jenuh pada tirai dunia, dan ingin tenggelam dalam cahaya Ilahi.