Keboncinta.com- Beberapa rumah modern saat ini, kloset duduk kini menjadi pilihan utama karena dianggap lebih nyaman, praktis, dan sesuai gaya hidup masa kini. Namun, jika dilihat dari sudut pandang medis, posisi tubuh saat buang air besar ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan sistem pencernaan.
Sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa posisi jongkok justru memberikan manfaat fisiologis lebih baik dibandingkan duduk, terutama dalam hal kelancaran dan kesehatan buang air besar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengapa posisi jongkok dinilai lebih baik untuk pencernaan, apa saja manfaatnya, serta solusi bagi pengguna kloset duduk agar tetap bisa mendapatkan postur ideal saat BAB.
Proses buang air besar yang lancar sangat dipengaruhi oleh posisi tubuh. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences, ditemukan bahwa ketika seseorang duduk di kloset duduk, otot puborektalis pada bagian panggul masih menegang sehingga rektum membentuk sudut tertentu. Kondisi ini membuat jalur keluarnya feses sedikit terhambat.
Sebaliknya, pada posisi jongkok, sudut anorektal mengecil hingga sekitar 35 derajat, membuat otot puborektalis menjadi lebih rileks. Ketika otot tersebut mengendur, rektum menjadi lebih lurus sehingga proses pengeluaran feses menjadi lebih mudah dan tidak memerlukan banyak tenaga.
Inilah sebabnya banyak peneliti menyebut posisi jongkok sebagai posisi defekasi paling efektif secara fisiologis.
Salah satu masalah yang sering terjadi saat menggunakan kloset duduk adalah keharusan untuk mengejan lebih keras. Pengejanan berlebih inilah yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus dan rektum.
Menurut jurnal Gastroenterology Clinics of North America, mengejan keras berkaitan erat dengan munculnya berbagai masalah anorektal, antara lain:
Wasir (hemoroid)
Fisura ani (robekan pada anus)
Prolaps rektum (keluarnya bagian rektum melalui anus)
Kesulitan buang air besar kronis
Posisi jongkok secara alami mengurangi tekanan pada area tersebut. Dengan jalur yang lebih lurus dan otot yang rileks, tubuh tidak membutuhkan tenaga besar untuk mengeluarkan feses. Itu sebabnya posisi jongkok sangat direkomendasikan untuk mencegah masalah pencernaan jangka panjang.
Secara evolusi, manusia telah melakukan defekasi dengan posisi jongkok selama ribuan tahun. Baru pada abad terakhir kloset duduk mulai umum digunakan, khususnya di negara-negara modern. Oleh karena itu, sistem pencernaan manusia sebenarnya masih bekerja optimal saat jongkok.
Dalam publikasi Israel Journal of Medical Sciences, dijelaskan bahwa posisi jongkok memberikan sejumlah keuntungan fisiologis, termasuk:
Mengurangi tekanan intraabdomen
Mempercepat proses defekasi
Mengoptimalisasi relaksasi otot panggul
Memberikan posisi ideal untuk kerja gravitasi
Tubuh kita secara alami didesain untuk mengeluarkan feses dengan postur ini. Jadi, tidak heran jika banyak penelitian modern kembali menegaskan manfaat postur jongkok.
Bagi banyak orang, terutama yang terbiasa tinggal di perkotaan, kloset duduk tetap menjadi pilihan karena alasan kenyamanan, desain kamar mandi, atau kondisi fisik seperti lutut lemah dan usia lanjut. Kabar baiknya, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat posisi jongkok meski menggunakan kloset duduk.
Caranya adalah dengan menggunakan footstool atau bangku kecil yang ditempatkan di depan kloset. Dengan meletakkan kaki di atas bangku tersebut, sudut panggul akan berubah sehingga tubuh berada dalam posisi mirip jongkok.
Penelitian dari Journal of Clinical Gastroenterology menemukan bahwa penggunaan footstool:
Mempercepat waktu buang air besar
Mengurangi intensitas mengejan
Membuat proses BAB lebih nyaman dan lancar
Metode sederhana ini sangat membantu, terutama bagi pengguna kloset duduk yang ingin meningkatkan kesehatan pencernaannya tanpa harus mengganti fasilitas kamar mandi secara keseluruhan.
Untuk menentukan mana yang paling sehat, kita perlu melihat dari beberapa aspek:
Kloset jongkok lebih unggul karena membuat rektum lebih lurus dan mempermudah proses BAB.
Kloset duduk berpotensi membuat BAB lebih lama dan memicu mengejan berlebihan.
Kloset jongkok dapat membantu menurunkan risiko:
Sembelit kronis
Wasir
Fisura ani
Prolaps rektum
Kloset duduk lebih nyaman untuk individu dengan kondisi fisik tertentu seperti lansia, ibu hamil, atau penderita arthritis.
Kloset jongkok membutuhkan fleksibilitas tubuh yang lebih baik.
Dengan tren modernisasi, banyak rumah dan fasilitas umum menggunakan kloset duduk.