Di jantung Bangkalan, tepatnya di alamat Paemporan Desa mandung kokop Bangkalan, tersimpan sebuah legenda yang hidup berdampingan dengan modernitas. Legenda itu terukir dalam sebuah sumur tua yang dikenal sebagai Sumur Mbah Jhenggot – atau Mbah Jenggu', sebutan dalam bahasa Madura. Sumur ini bukan sekadar sumber air, melainkan saksi bisu sejarah dan keajaiban yang hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Kisah bermula dari seorang waliyullah yang dikenal dengan sebutan Mbah Jhenggot. Suatu hari, saat menggembalakan sapi di sawahnya yang berada di seberang Sungai Paemporan, beliau merasa haus. Dengan tongkatnya, Mbah Jhenggot menggali tanah yang kering. Ajaibnya, dari galian itu muncul mata air yang sangat deras, mengalir deras dari arah timur. Kejadian ini menjadi awal mula keberadaan Sumur Mbah Jhenggot. Kekuatan spiritual Mbah Jhenggot begitu kuat, bahkan air ludahnya pun dianggap keramat dan tidak boleh diinjak.
Lokasi sumur yang semula berada di sebelah timur Sungai Paemporan kini berada di area Bendungan Paemporan. Bendungan yang dibangun oleh PDAM pada tahun 2019 ini, tidak hanya menjadi infrastruktur penting untuk penyediaan air bersih, tetapi juga menjadi latar belakang baru bagi legenda Sumur Mbah Jhenggot. Keberadaan bendungan seolah menjadi simbol harmonisasi antara kemajuan teknologi dengan warisan spiritual yang dijaga oleh masyarakat.
Hingga kini, Sumur Mbah Jhenggot tetap menjadi sumber air bagi warga Paemporan dan sekitarnya, termasuk warga Desa Komereh. Keunikan sumur ini terletak pada ketahanan airnya, terutama di musim kemarau. Meskipun kemarau panjang dapat berlangsung hingga lebih dari tujuh bulan, air sumur ini tetap melimpah dan jernih. Warga mengambil air secara bergantian dengan antrian yang teratur, menggambarkan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.
Sumur Mbah Jhenggot lebih dari sekadar sumber air. Ia merupakan simbol keimanan, keuletan, dan kearifan lokal masyarakat mandung kokop Bangkalan. Legenda yang melekat padanya menjadi pengingat akan pentingnya menghargai warisan budaya dan spiritual, sekaligus menjadi bukti nyata akan keajaiban yang dapat terjadi di tengah kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bisshawab.
Cerita ini diambil dari masyarakat sekitar, cerita dari mulut ke mulut mulai dari buyut buyut masarakat alamat desa mandung kokop Bangkalan Madura Jawa Timur