Keboncinta.com-- Permulaan tahun selalu menjadi momentum emas dalam dunia karier. Banyak perusahaan membuka lowongan baru, headhunter mulai aktif berburu talenta, dan para profesional berlomba memperbarui LinkedIn serta portofolio mereka.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang hanya sekadar “update LinkedIn” tanpa strategi—lalu bertanya-tanya mengapa belum juga dilirik recruiter.
Padahal, LinkedIn dan portofolio bukan sekadar etalase pengalaman kerja. Keduanya adalah alat komunikasi personal branding. Jika disusun dengan tepat, profilmu bisa bekerja bahkan saat kamu tidak sedang melamar pekerjaan.
Berikut cara cerdas memperbarui LinkedIn dan portofolio agar lebih menarik di mata headhunter.
Baca Juga: Dunia Kerja Berlari Kencang! Ini 5 Skill Digital yang Akan Paling Dicari Tahun 2026
1. Perbaiki Headline: Jangan Hanya Jabatan
Kesalahan paling umum di LinkedIn adalah headline yang hanya berisi jabatan. Padahal, headline adalah bagian pertama yang dibaca headhunter dan penentu apakah profilmu akan diklik atau dilewati.
Gunakan format sederhana:
Peran + Keahlian Utama + Dampak
Contoh:
(Salah) Content Writer
(Benar) Content Writer | SEO & Storytelling | Meningkatkan Traffic Organik
Headline yang jelas membuat profilmu lebih mudah ditemukan dan lebih melekat di ingatan.
2. Ringkas Summary, Fokus pada Nilai Diri
Bagian “About” atau ringkasan sering kali terlalu panjang atau justru terlalu normatif. Hindari kalimat klise seperti “pekerja keras” tanpa bukti.
Ceritakan secara singkat:
siapa kamu,
keahlian utama yang kamu tawarkan,
masalah apa yang bisa kamu selesaikan.
Gunakan bahasa manusiawi, bukan bahasa CV yang kaku. Ingat, headhunter mencari orang yang tepat, bukan sekadar daftar skill.
Baca Juga: Era Honorer di Ujung Tanduk! Penataan ASN 2026 Bikin Masa Depan Non-ASN Makin Sempit
3. Update Pengalaman dengan Hasil, Bukan Tugas
Saat menulis pengalaman kerja, fokuslah pada hasil dan dampak, bukan sekadar jobdesk. Angka dan progres membuat kontribusimu terlihat nyata.
Contoh:
(Salah) Mengelola media sosial
(Benar) Mengelola media sosial dan meningkatkan engagement 40% dalam 6 bulan
Pendekatan ini membantu headhunter memahami nilai yang bisa kamu bawa ke perusahaan.
4. Rapikan Portofolio: Sedikit tapi Berkualitas
Portofolio bukan soal banyak-banyakan karya. Pilih 5–7 karya terbaik yang paling relevan dengan arah kariermu saat ini.
Sertakan penjelasan singkat:
konteks masalah,
proses pengerjaan,
hasil yang dicapai.
Jika memungkinkan, tambahkan tautan aktif atau visual yang rapi. Portofolio yang jelas menunjukkan bahwa kamu siap kerja, bukan sekadar pernah bekerja.
Baca Juga: Mengenal sistem Grading Pada Skema Gaji Tunggal ASN
5. Aktif Secara Sehat, Bukan Berisik
LinkedIn bukan Instagram. Kamu tidak perlu posting setiap hari, tetapi cukup konsisten berbagi insight, pengalaman, atau refleksi profesional.
Komentar yang bernas di postingan orang lain sering kali lebih efektif daripada unggahan sendiri. Aktivitas seperti ini membuat profilmu terlihat hidup, relevan, dan profesional.
Memperbarui LinkedIn dan portofolio bukan tentang terlihat paling hebat, melainkan terlihat paling relevan. Headhunter tidak selalu mencari kandidat yang sempurna, tetapi yang jelas arah kariernya.
Awal tahun adalah waktu terbaik untuk memperbaiki cara kamu dikenali di dunia profesional.