Anak "Picky Eater" Parah: Jangan Dipaksa! Ini Trik Food Chaining Agar Anak Mau Coba Makanan Baru

Anak "Picky Eater" Parah: Jangan Dipaksa! Ini Trik Food Chaining Agar Anak Mau Coba Makanan Baru

30 Januari 2026 | 15:02

keboncinta.com--  Menghadapi anak yang picky eater (pilih-pilih makanan) sering kali menguras emosi orang tua. Rasanya campur aduk antara cemas akan nutrisi anak dan frustrasi karena masakan sudah disiapkan susah payah tapi berakhir ditolak. Namun, satu hal yang disepakati para ahli: memaksa anak makan justru akan memperburuk keadaan.

Memaksa anak bisa memicu trauma dan asosiasi negatif terhadap makanan. Sebagai solusinya, ada metode ilmiah yang jauh lebih lembut namun efektif, yaitu Food Chaining.

Apa Itu Food Chaining?

Food Chaining adalah teknik terapi makan yang dilakukan dengan cara memperkenalkan makanan baru yang memiliki kemiripan sifat (tekstur, rasa, atau warna) dengan makanan yang sudah disukai anak. Tujuannya adalah memperluas zona nyaman anak secara perlahan tanpa membuatnya merasa terancam.

Cara Kerja Food Chaining

Bayangkan sebuah rantai. Mata rantai pertama adalah makanan favorit anak, dan mata rantai terakhir adalah target makanan baru. Kita tidak melompat langsung, tapi melalui perantara.

Misalnya, anak Anda hanya mau makan Nugget Ayam Goreng:

  1. Tahap 1: Ganti merek nugget dengan bentuk yang sedikit berbeda, tetap ayam goreng.
  2. Tahap 2: Berikan potongan dada ayam goreng tepung buatan rumah (homemade) yang teksturnya mirip nugget.
  3. Tahap 3: Berikan ayam goreng tepung dengan lapisan tepung yang lebih tipis.
  4. Tahap 4: Berikan ayam panggang dengan bumbu yang gurih.

Trik Menjalankan Food Chaining di Rumah

  • Identifikasi "Safety Food": Catat apa yang disukai anak. Apakah dia suka yang renyah? Dingin? Atau rasa yang tawar?
  • Modifikasi Kecil: Jangan langsung mengubah rasa. Ubah satu variabel saja, misalnya bentuknya. Jika anak suka kentang goreng, coba buatkan keripik ubi yang dipotong memanjang menyerupai kentang goreng.
  • Gunakan "Dipping" (Saus): Jika anak suka saus tomat, biarkan dia mencelupkan makanan baru apa pun ke dalam saus tersebut. Rasa yang sudah dikenal akan memberikan rasa aman saat mereka mengeksplorasi tekstur baru.
  • Aturan 15 Kali: Jangan menyerah jika satu kali coba langsung ditolak. Studi menunjukkan anak butuh terpapar makanan baru hingga 10–15 kali sebelum mereka benar-benar mau mencicipinya.

Mengapa Tekanan Harus Dihilangkan?

Saat anak dipaksa, tubuh mereka memproduksi hormon stres. Secara biologis, sulit bagi siapa pun untuk merasa lapar atau ingin makan dalam kondisi stres. Dengan metode Food Chaining, kita menghargai ritme anak dan membangun kepercayaan diri mereka di meja makan.

Ingat: Tugas orang tua adalah menyediakan makanan bergizi di meja, sedangkan tugas anak adalah menentukan berapa banyak yang ingin mereka makan.

Kesimpulan

Menangani anak picky eater adalah maraton, bukan lari cepat. Fokuslah pada kemajuan kecil. Jika hari ini anak hanya mau memegang brokoli tanpa memakannya, itu sudah sebuah kemenangan. Dengan kesabaran dan strategi food chaining, daftar makanan yang disukai anak akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Tags:
Kesehatan Anak Tips Parenting Picky Eater Food Chaining Tumbuh Kembang

Komentar Pengguna