YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada memberikan bantuan pendidikan kepada 48 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa bumi.
Bantuan tersebut diberikan agar mahasiswa yang keluarganya terkena dampak bencana tetap dapat melanjutkan perkuliahan tanpa harus terlalu terbebani kondisi ekonomi keluarga.
Program bantuan tidak hanya mencakup satu jenis dukungan.
UGM menanggung Uang Kuliah Tunggal atau UKT Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 bagi mahasiswa yang telah melalui proses verifikasi dan validasi.
Selain bantuan UKT, mahasiswa terdampak juga mendapatkan uang saku sebesar Rp500 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan.
Uang saku tersebut diberikan untuk periode Agustus, September dan Oktober 2026.
UGM juga menyediakan kupon makan siang gratis bagi mahasiswa terdampak untuk periode Agustus hingga September.
Bantuan diberikan kepada mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program sarjana, magister hingga doktor.
Sebelum bantuan disalurkan, universitas terlebih dahulu melakukan proses pendataan serta verifikasi terhadap mahasiswa asal NTT yang keluarganya mengalami dampak bencana.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sujito mengatakan kondisi bencana tidak seharusnya menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan.
Menurut pihak universitas, bantuan tersebut menjadi upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi yang dialami mahasiswa serta keluarganya.
Namun dukungan kepada mahasiswa tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan keuangan.
UGM juga melakukan pendampingan melalui fakultas, sekolah dan layanan kemahasiswaan.
Pendampingan tersebut diperlukan untuk memastikan mahasiswa tetap dapat menjalani aktivitas akademik dengan baik selama menghadapi kondisi pascabencana.
Bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak, perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat memberikan pengaruh besar terhadap keberlanjutan pendidikan.
Biaya kuliah, kebutuhan makan hingga kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi meskipun keluarga sedang menghadapi proses pemulihan akibat bencana.
Karena itu, bantuan pendidikan menjadi salah satu langkah untuk menjaga agar mahasiswa tidak harus menghentikan studi akibat kondisi darurat yang terjadi di daerah asal.
Salah seorang mahasiswa asal NTT yang menerima bantuan menyampaikan bahwa dukungan kampus memberikan semangat bagi mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Para mahasiswa berharap dapat menyelesaikan studi dan nantinya kembali memberikan kontribusi kepada masyarakat, termasuk daerah asal mereka.
UGM sebelumnya juga telah melakukan berbagai kegiatan penanganan bencana NTT.
Selain membantu mahasiswa terdampak, universitas turut mengirimkan tim kesehatan dan mahasiswa KKN Peduli Bencana untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Program bantuan kepada 48 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan yang dilakukan universitas setelah bencana.
Kampus berharap mahasiswa tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan meskipun sedang menghadapi kondisi keluarga yang sulit.
Dengan ditanggungnya UKT, adanya uang saku serta dukungan kebutuhan makan, mahasiswa diharapkan dapat kembali memusatkan perhatian pada kegiatan akademik dan proses penyelesaian studi.