Berita
Hilmi An Naufal

Mahasiswa ITB Kembangkan Kandidat Terapi Kanker Payudara Berbasis Nanovesikel Tomat dan Sambiloto

Mahasiswa ITB Kembangkan Kandidat Terapi Kanker Payudara Berbasis Nanovesikel Tomat dan Sambiloto

02 Oktober 2026 | 19:22

BANDUNG — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung kembali menghadirkan inovasi menarik di bidang kesehatan dan bioteknologi.

Tim mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati atau SITH ITB yang tergabung dalam Tim SATRIA mengembangkan penelitian mengenai sistem penghantaran senyawa antikanker menggunakan nanovesikel yang berasal dari tomat.

Riset tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta atau PKM-RE 2026 dan berhasil memperoleh pendanaan tingkat nasional.

Tim SATRIA diketuai Faris Muda Budiman dari Program Studi Mikrobiologi angkatan 2024.

Anggota lainnya adalah Muhammad Wishaf Wirazaqi dan Miftahur Rizki yang juga berasal dari Mikrobiologi 2024.

Tim kemudian diperkuat Azzira Umaina dari Biologi 2024 dan Abil Muhara dari Biologi 2025.

Kelima mahasiswa tersebut mendapat bimbingan dari dosen SITH ITB Karlia Meitha.

Penelitian mereka berangkat dari potensi andrografolida, salah satu senyawa yang terkandung dalam tanaman sambiloto.

Senyawa tersebut diketahui memiliki potensi untuk dikembangkan dalam penelitian antikanker.

Namun terdapat tantangan dalam pemanfaatannya karena andrografolida memiliki sifat sangat hidrofobik serta bioavailabilitas yang rendah.

Kondisi tersebut membuat senyawa sulit digunakan secara optimal tanpa sistem penghantaran yang sesuai.

Mahasiswa kemudian mencari pendekatan lain dengan memanfaatkan nanovesikel alami yang berasal dari tomat varietas Permata.

Nanovesikel digunakan sebagai pembawa untuk mengenkapsulasi andrografolida.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem penghantaran yang lebih biokompatibel.

Penelitian Tim SATRIA menggabungkan ilmu mikrobiologi, bioteknologi dan teknologi nanovesikel tumbuhan.

Formulasi yang dikembangkan kemudian diuji secara in vitro menggunakan sel kanker payudara MCF-7.

Tahapan penelitian dimulai dari isolasi nanovesikel, karakterisasi partikel hingga proses enkapsulasi andrografolida.

Saat ini mahasiswa masih melakukan pengumpulan dan pematangan data mengenai efisiensi enkapsulasi serta kestabilan partikel nanovesikel tomat.

Penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarkampus.

Untuk melakukan sejumlah pengujian yang membutuhkan fasilitas khusus, Tim SATRIA bekerja sama secara teknis dengan Laboratorium Mikrobiologi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tim juga memanfaatkan fasilitas DDRC IMERI FKUI.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa memperoleh masukan mengenai metodologi serta dukungan dalam pematangan kultur sel dan penggunaan fasilitas laboratorium.

Riset ini sekaligus memperlihatkan potensi biodiversitas Indonesia untuk dikembangkan menjadi sumber inovasi bidang kesehatan.

Tomat dan sambiloto merupakan bahan yang relatif mudah dijumpai, tetapi melalui pendekatan ilmiah keduanya dapat menjadi bagian dari penelitian teknologi kesehatan yang jauh lebih maju.

Meski demikian, Tim SATRIA menegaskan penelitian mereka masih berada pada tahap pembuktian konsep awal atau proof-of-concept secara in vitro.

Artinya, hasil penelitian belum dapat digunakan sebagai terapi langsung bagi pasien kanker payudara.

Masih dibutuhkan berbagai tahapan penelitian lanjutan, seperti pengujian selektivitas, penelitian in vivo hingga studi yang jauh lebih panjang sebelum sebuah teknologi dapat diarahkan menuju penggunaan klinis.

Tim SATRIA merupakan satu dari sembilan tim ITB yang memperoleh pendanaan PKM 2026.

Secara nasional terdapat 1.121 tim mahasiswa yang mendapatkan pendanaan program tersebut.

Pada September 2026, Tim SATRIA telah menyelesaikan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM atau PKP2.

Mereka kini mempersiapkan luaran ilmiah dan laporan akhir sambil menunggu pengumuman finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS ke-39.

Penelitian ini menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat mulai terlibat dalam riset ilmiah yang berangkat dari persoalan kesehatan nyata sekaligus memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia.

Dari laboratorium kampus, gagasan mahasiswa tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi penelitian yang memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan di masa depan.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna