BANDUNG — Puluhan ribu mahasiswa akan dilibatkan dalam program besar untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah di Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat keterlibatan perguruan tinggi melalui program KKN Tematik “Sampah Tuntas”.
Program tersebut menjadi bagian dari Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi atau GRADASI.
Pada 2026, program diproyeksikan melibatkan 90 Perguruan Tinggi Swasta dengan jumlah mahasiswa mencapai 25.529 orang.
Puluhan ribu mahasiswa tersebut akan bergerak di 56 kecamatan yang tersebar di lima kabupaten dan kota.
Kota Bandung menjadi wilayah dengan peserta paling banyak.
Sebanyak 69 perguruan tinggi dengan sekitar 15.166 mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan di Kota Bandung.
Di Kabupaten Bandung, program melibatkan enam perguruan tinggi dengan sekitar 5.371 mahasiswa.
Kota Cimahi melibatkan tujuh perguruan tinggi dan sekitar 3.300 mahasiswa.
Kabupaten Sumedang melibatkan lima perguruan tinggi dengan sekitar 1.402 mahasiswa.
Sementara Kabupaten Bandung Barat melibatkan tiga perguruan tinggi dengan sekitar 292 peserta.
Program ini muncul di tengah persoalan sampah Bandung Raya yang masih cukup besar.
Kemdiktisaintek mencatat timbulan sampah di kawasan Bandung Raya mencapai lebih dari 4.489 ton per hari dan diproyeksikan mendekati 5.000 ton per hari.
Sekitar 70 persen atau kurang lebih 3.500 ton sampah per hari masih membutuhkan penguatan dalam pengelolaannya.
Karena itu, pendekatan penanganan sampah tidak hanya dilakukan ketika sampah sudah sampai ke tempat pembuangan akhir.
Mahasiswa akan membantu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar pengelolaan dimulai sejak dari rumah.
Ada lima komponen utama dalam KKN Sampah Tuntas, yakni edukasi, pilah, pilih, pengelolaan dan zero to TPA.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa mahasiswa bukan diterjunkan sebagai petugas pengangkut sampah.
Peran utama mahasiswa adalah menjadi motivator dan fasilitator yang membantu mengubah kebiasaan masyarakat.
Mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, membantu penguatan bank sampah serta mendorong pengolahan sampah organik di wilayah dampingan.
Program dirancang berlangsung selama 12 minggu.
Kegiatan tersebut dapat disetarakan dengan 10 satuan kredit semester atau SKS dengan beban sekitar 450 jam kegiatan.
Tahapan KKN tidak hanya berupa kegiatan sosialisasi.
Mahasiswa akan melakukan pemetaan kondisi sampah, survei pengetahuan dan perilaku masyarakat, audit sampah hingga menyusun rencana aksi selama 90 hari.
Pendampingan dan evaluasi kemudian dilakukan untuk melihat dampak program secara langsung.
Kemdiktisaintek menargetkan sekitar 2.500 RW mendapat pendampingan melalui program tersebut.
Setiap desa atau kelurahan dampingan juga ditargetkan memiliki setidaknya satu bank sampah yang aktif.
Selain itu, sedikitnya satu unit pengomposan aktif ditargetkan tersedia di setiap RW.
Program juga menargetkan minimal dua kader masyarakat terlatih di masing-masing RW.
Salah satu target besar KKN Sampah Tuntas adalah menekan jumlah sampah residu yang masuk ke TPS maupun TPA.
Penurunan yang dibidik berada pada kisaran minimal 15 hingga 20 persen dibandingkan kondisi awal.
Kegiatan ini bukan program yang benar-benar dimulai dari nol.
KKN tematik pengelolaan sampah sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah.
Pada 2024, program di Kota Bandung melibatkan 57 perguruan tinggi, 1.114 mahasiswa dan 90 kelurahan.
Pada 2025, kegiatan di Kota Cimahi melibatkan tujuh perguruan tinggi, 1.600 mahasiswa dan 15 kelurahan.
Tahun ini cakupannya diperluas secara jauh lebih besar.
Selain Bandung Raya dan Sumedang, program juga diperluas ke Karawang, Tasikmalaya dan Sukabumi dengan keterlibatan puluhan perguruan tinggi dan ribuan mahasiswa.
Kemdiktisaintek berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan yang tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.
Mahasiswa diharapkan menjadi penggerak kebiasaan baru sehingga pemilahan serta pengolahan sampah dapat terus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa di luar kampus dapat diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dengan jumlah peserta lebih dari 25 ribu mahasiswa, KKN Sampah Tuntas menjadi salah satu gerakan pengabdian mahasiswa berskala besar di Jawa Barat pada 2026.