Tradisi Unik Berbagai Negara Menyambut Bulan Suci Ramadan, Sarat Makna dan Budaya

Tradisi Unik Berbagai Negara Menyambut Bulan Suci Ramadan, Sarat Makna dan Budaya

15 Februari 2026 | 15:21

Keboncinta.com-- Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan spiritualitas, Ramadan juga dirayakan dengan berbagai tradisi khas yang mencerminkan kekayaan budaya di setiap negara.

Meski esensinya sama, cara masyarakat menyambut Ramadan memiliki keunikan tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun.

Di Indonesia, suasana Ramadan biasanya diawali dengan tradisi pawai obor dan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Masyarakat juga ramai menggelar pengajian, ziarah kubur, hingga tradisi makan bersama sebagai simbol persiapan lahir dan batin sebelum menjalani puasa.

Nuansa kebersamaan dan gotong royong terasa kuat, terutama di daerah-daerah yang masih memegang teguh adat lokal.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Masuki Masa Evaluasi 2026, Ini Peluang dan Syarat Jadi PPPK Penuh Waktu

Sementara itu, di Turki, Ramadan identik dengan dentuman genderang sahur yang dimainkan oleh petugas keliling. Tradisi ini telah berlangsung sejak era Ottoman dan masih dilestarikan hingga kini.

Selain itu, masjid-masjid dihiasi lampu bertuliskan pesan moral Ramadan yang membentang di antara menara, menciptakan suasana religius yang memukau saat malam tiba.

Di kawasan Timur Tengah seperti Mesir, masyarakat menyambut Ramadan dengan memasang lentera warna-warni yang dikenal sebagai fanous. Lentera ini tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga simbol kegembiraan dan harapan.

Jalanan dipenuhi cahaya, sementara pasar tradisional semakin ramai menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Juga: Seleksi Beasiswa Garuda 2026 Fokus pada Kualitas Prodi Berdasarkan Ranking Global

Tradisi berbeda juga terlihat di Maroko. Menjelang Ramadan, seorang petugas khusus bernama nafar berkeliling kota untuk mengumumkan datangnya bulan puasa dengan tiupan terompet tradisional.

Selama Ramadan, aktivitas masyarakat diatur sedemikian rupa agar selaras dengan waktu ibadah dan kebersamaan keluarga.

Keunikan tradisi Ramadan di berbagai negara ini menunjukkan bahwa bulan suci tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan identitas sosial.

Meski berbeda dalam pelaksanaan, semangat yang dibawa tetap sama, yakni mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga: THR ASN SPPG Dipastikan Cair Sesuai Skema Nasional, Hak Keuangan Tak Dibedakan

Melalui tradisi-tradisi tersebut, Ramadan menjadi momentum global yang menyatukan umat Islam lintas budaya.

Keberagaman cara menyambutnya justru memperkaya makna Ramadan sebagai bulan penuh berkah, refleksi, dan kebersamaan.***

Tags:
Internasional Khazanah Islam Puasa Ramadhan

Komentar Pengguna