keboncinta.com-- Di era di mana produktivitas sering kali dijadikan satu-satunya tolok ukur harga diri, kita sering merasa bersalah jika menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bisa dimasukkan ke dalam portofolio atau rekening bank. Fenomena "monetisasi hobi" telah meracuni cara kita bersantai, di mana setiap kegemaran baru selalu dibarengi dengan pertanyaan kapan akan dijadikan konten atau bisnis sampingan. Padahal, memaksa hobi menjadi sumber cuan justru sering kali membunuh gairah dan kesenangan yang menjadi alasan awal kita melakukannya. Ketika kesenangan murni berubah menjadi kewajiban profesional, tekanan untuk memenuhi ekspektasi pasar dan algoritma akan menggantikan rasa rileks dengan stres baru yang tidak kalah melelahkan dari pekerjaan utama.
Memiliki hobi yang sama sekali tidak menghasilkan uang adalah bentuk perlawanan paling jujur terhadap budaya hustle yang melelahkan. Dalam ruang tanpa profit tersebut, Anda memiliki kemewahan untuk menjadi "buruk" atau biasa-biasa saja tanpa takut kehilangan klien atau pengikut. Anda bisa melukis dengan teknik yang berantakan, bermain musik dengan nada yang tidak sempurna, atau berkebun tanpa peduli apakah hasilnya layak jual, hanya karena prosesnya membuat hati Anda tenang. Kebebasan untuk gagal dan bereksplorasi tanpa tekanan Return on Investment (ROI) inilah yang memberikan nutrisi bagi kesehatan mental dan menjaga kreativitas tetap hidup di tengah tuntutan hidup yang serba kaku.
Hobi yang "tidak berguna" secara ekonomi sebenarnya memiliki nilai investasi yang tak terlihat dalam bentuk ketahanan psikologis. Aktivitas tersebut berfungsi sebagai katup pelepas stres yang mencegah kita dari ambang kelelahan kronis atau burnout. Saat kita tenggelam dalam sebuah hobi tanpa memikirkan nilai jualnya, kita sedang melatih otak untuk berada dalam kondisi flow state, sebuah kondisi fokus penuh yang sangat terapeutik bagi jiwa. Di sini, waktu seolah berhenti dan dunia luar yang penuh dengan target finansial menjadi tidak relevan untuk sementara waktu. Ruang suci inilah yang sebenarnya menjaga kewarasan kita agar tidak menjadi robot yang hanya berfungsi untuk memproduksi materi.
Pada akhirnya, hidup ini jauh lebih luas daripada sekadar deretan transaksi dan akumulasi kekayaan. Menghargai waktu luang sebagai waktu yang benar-benar bebas berarti berani mengatakan tidak pada dorongan untuk selalu produktif. Kita butuh aktivitas yang satu-satunya tujuannya hanyalah untuk membuat kita merasa hidup dan bahagia. Jadi, jangan merasa malu jika hobi Anda tidak menambah saldo di aplikasi bank; jika hobi tersebut mampu menambah kedamaian dalam pikiran dan senyum di wajah Anda, maka itu sudah merupakan keuntungan yang jauh lebih mahal harganya. Rebut kembali waktu Anda dan biarkan diri Anda menikmati sesuatu tanpa beban untuk menjadi ahli atau menjadi kaya darinya.