Keboncinta.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University menjalankan serangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Mertasinga. Terhitung sejak 6 Juli hingga 14 Agustus 2026, sebanyak tujuh mahasiswa yang terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan mengabdi selama 40 hari untuk membantu memecahkan permasalahan lingkungan lokal.
Ketua Tim KKN IPB University Desa Mertasinga, Muhammad Ardiansyah, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk membantu mengatasi persoalan limbah cangkang kerang hijau yang melimpah di kawasan pesisir tersebut.
Mengingat banyaknya aktivitas pengupas kerang yang hasil produknya dikirim ke berbagai daerah seperti Bandung, penumpukan limbah cangkang kerang menjadi persoalan utama bagi masyarakat nelayan setempat.
"Untuk program kerja kita, kita fokuskan kepada limbah kerang. Karena di Desa Mertasinga ini terkait kendala atau permasalahannya pada limbah kerang," ujar Ardiansyah saat diwawancarai.
Untuk menguraikan permasalahan tersebut, tim KKN IPB University menawarkan dua program kerja utama yang memanfaatkan limbah cangkang kerang.
Program pertama diresmikan dengan menyasar anak-anak sekolah dasar (SD) melalui pembuatan kerajinan tangan berupa gantungan kunci dari cangkang kerang. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari anak-anak desa.
Sementara itu, program kerja kedua berfokus pada pengolahan limbah cangkang kerang menjadi pupuk melalui metode pembakaran. Ardiansyah menerangkan bahwa bagian cangkang yang terbakar hingga berwarna putih dapat dimanfaatkan sebagai pestisida atau Pupuk Organik Cair (POC). Adapun bagian yang berwarna hitam dapat dihaluskan untuk digunakan sebagai bahan penyubur tanah atau pengganti kompos.
Saat ini, proses pengolahan pupuk cair tersebut telah memasuki tahap fermentasi. Tim KKN merencanakan menggelar workshop pelatihan pada 1 Agustus 2026 mendatang. Dalam workshop tersebut, masyarakat akan diajarkan alur pembuatan pupuk dari awal hingga praktik pengaplikasiannya pada tanaman pesisir seperti cabai, tomat, dan terong.
Selain memberikan ilmu, tim KKN yang didanai oleh pihak kampus juga akan membagikan benih serta sampel pupuk agar dapat langsung dipraktikkan oleh warga di rumah masing-masing.
Ardiansyah berharap inovasi berbasis pendekatan pertanian ini dapat mengubah persepsi warga, sehingga limbah cangkang kerang tak lagi dianggap sebagai sampah penumpuk, melainkan bahan sampingan yang bernilai guna dan berdaya guna bagi lingkungan sekitar. (swd)