Keboncinta.com-- Guru sekolah dasar (SD) kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperkuat kompetensi dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Pengembangan kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bahasa, tetapi juga mencakup keterampilan pedagogik agar materi dapat disampaikan sesuai usia dan karakteristik peserta didik.
Salah satu program yang dapat dimanfaatkan guru adalah Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program ini disiapkan untuk membantu guru meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus memperkuat keterampilan mengajarnya di jenjang sekolah dasar.
Dalam program PKGSD-MBI, terdapat beberapa kemampuan yang menjadi bagian dari pengembangan kompetensi guru SD.
Baca Juga: Guru Mulai Manfaatkan AI untuk Pembelajaran, Jangan Lupakan 5 Hal Penting Ini
Aspek pertama yang menjadi perhatian adalah kemampuan berbahasa Inggris. Melalui program PKGSD-MBI, guru SD mendapatkan pengembangan kompetensi bahasa pada tingkat CEFR A1 dan A2 sesuai kebutuhan pelatihan.
Penguasaan kemampuan dasar tersebut menjadi salah satu bekal bagi guru untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.
Kemampuan berbahasa Inggris tidak menjadi satu-satunya bekal yang diperlukan guru. Mengajarkan bahasa kepada anak membutuhkan strategi yang berbeda dibandingkan pembelajaran untuk peserta didik yang lebih dewasa.
Karena itu, program ini turut memberikan perhatian pada aspek pedagogik. Guru diarahkan untuk memahami cara menyusun dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan perkembangan serta kebutuhan siswa SD.
Guru juga perlu mampu mengubah pembelajaran Bahasa Inggris menjadi kegiatan yang menarik bagi siswa. Program pelatihan diarahkan agar guru dapat menyusun pembelajaran yang efektif, kontekstual, interaktif, dan menyenangkan.
Pendekatan tersebut penting karena anak-anak membutuhkan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Aktivitas pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa lebih mudah terlibat dalam proses belajar Bahasa Inggris.
Baca Juga: TKA 2026 Segera Dimulai, Siswa SMA dan SMK Wajib Manfaatkan Simulasi
Pengembangan kompetensi guru diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Guru yang telah mengikuti program juga didorong untuk berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran yang telah diterapkan kepada rekan sejawat.
Berbagi praktik baik melalui komunitas maupun forum profesional dapat memperluas manfaat program. Dengan cara tersebut, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh seorang guru dapat menjadi referensi bagi guru lainnya.
Penguatan kompetensi guru Bahasa Inggris menjadi semakin penting seiring dengan rencana penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pemerintah menyiapkan masa transisi tersebut secara bertahap, salah satunya melalui program peningkatan kompetensi bagi guru. Persiapan dilakukan agar guru memiliki bekal yang memadai ketika pembelajaran Bahasa Inggris diterapkan sebagai mata pelajaran wajib.
Selain PKGSD-MBI, terdapat pula program Capacity Building for Primary School Teachers in English Language Teaching yang berlangsung pada September 2026.
Pendaftaran program tersebut dibuka pada 18–28 September 2026 dengan sasaran guru sekolah dasar. Fokus pelatihannya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang sekaligus melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris.
Kesempatan seperti ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi guru SD yang ingin mempersiapkan diri menghadapi perubahan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
Baca Juga: Cara Cek Data DTSEN Pakai NIK KTP secara Online, Ini Langkah dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Perubahan kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris di SD dapat menjadi momentum bagi guru untuk memperluas kemampuan profesional. Persiapan yang dilakukan sejak awal memberikan kesempatan lebih banyak bagi guru untuk mencoba berbagai strategi mengajar.
Guru juga dapat menggunakan proses tersebut untuk melakukan refleksi, mengevaluasi metode yang digunakan, serta menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dengan memanfaatkan berbagai program pengembangan kompetensi yang tersedia, guru SD dapat mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus keterampilan pedagogik. Bekal tersebut akan semakin penting menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028.***