Keboncinta.com-- Kawasan Mina selama ini identik dengan hamparan ribuan tenda putih yang menjadi tempat bermalam jutaan jemaah haji dari seluruh dunia. Namun memasuki musim haji 2026, wajah Mina perlahan mengalami perubahan melalui hadirnya konsep hunian modern bertingkat yang mulai diperkenalkan pemerintah Arab Saudi.
Transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengantisipasi terus bertambahnya jumlah jemaah haji setiap tahunnya.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah proyek Rabiah Kidana, sebuah kompleks hunian modern yang dikembangkan oleh Kidana Development Company. Proyek tersebut mulai dioperasikan secara penuh pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Sertifikasi Guru 2026 Dipercepat, Ini Tiga Alasan Utamanya
Mengapa Mina Mulai Beralih dari Tenda ke Hunian Vertikal?
Perubahan konsep akomodasi di Mina bukan tanpa alasan. Keterbatasan area menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah Arab Saudi di tengah tingginya jumlah jemaah haji yang datang setiap tahun.
Dengan kapasitas ruang yang semakin terbatas, model penginapan tradisional berbasis tenda dinilai perlu mendapat inovasi baru agar pengelolaan jemaah menjadi lebih efektif, aman, dan nyaman.
Melalui pembangunan delapan bangunan dua lantai di atas area yang luas, pemerintah Saudi berharap penataan ruang dapat dilakukan lebih optimal. Selain meningkatkan kenyamanan, konsep vertikal ini juga dinilai membantu memperbaiki pengaturan mobilitas jutaan jemaah selama berada di Mina.
Baca Juga: Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Resmi Dibuka, Peluang Raih Gelar Doktor di Yogyakarta
Modernisasi tanpa Menghilangkan Nilai Spiritual Haji
Meski mengusung konsep yang lebih modern, pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa pembangunan hunian bertingkat di Mina tidak bertujuan mengubah esensi ibadah haji.
Sebaliknya, inovasi ini dihadirkan agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan khusyuk dengan dukungan fasilitas yang lebih tertata, aman, dan mendukung kebutuhan jemaah di tengah kepadatan ekstrem saat musim haji.
Transformasi Mina ini pun memunculkan banyak pertanyaan mengenai masa depan kawasan tersebut.
Akankah Mina yang selama ini dikenal sebagai “kota tenda terbesar di dunia” perlahan berubah menjadi kawasan hunian modern? Menarik untuk menantikan bagaimana perkembangan fasilitas haji di tahun-tahun mendatang.***