Keboncinta.com-- Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan pembaruan besar untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan jemaah haji. Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui pengembangan Rumah Sakit Darurat Mina, yang kini hadir dengan kapasitas lebih besar dan fasilitas kesehatan yang semakin modern.
Peningkatan layanan medis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kidana Development Company dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem kesehatan di kawasan Mina, lokasi yang dikenal sebagai salah satu titik terpadat selama musim haji berlangsung.
Baca Juga: Mengintip Mina Masa Depan: Hunian Bertingkat untuk Jemaah Haji Mulai Diterapkan
Kapasitas Rumah Sakit Meningkat Dua Kali Lipat
Dalam tahap pengembangan terbaru, Rumah Sakit Darurat Mina mengalami perluasan besar melalui penambahan tiga lantai baru beserta gedung tambahan atau annex. Setelah diperluas, total area fasilitas kesehatan tersebut kini mencapai sekitar 18 ribu meter persegi.
Tidak hanya memperbesar bangunan, Arab Saudi juga meningkatkan integrasi layanan kesehatan di lokasi tersebut. Gedung baru kini terhubung langsung dengan Mina Emergency Hospital 1 melalui jembatan khusus untuk mempercepat perpindahan tenaga medis, pasien, serta penanganan keadaan darurat.
Peningkatan paling signifikan terlihat pada kapasitas tempat tidur pasien. Jika sebelumnya rumah sakit hanya mampu menampung sekitar 200 pasien pada musim haji 1446 Hijriah, kini jumlahnya meningkat menjadi 400 tempat tidur.
Baca Juga: Mina Tak Lagi Lautan Tenda? Arab Saudi Hadirkan Hunian Bertingkat untuk Jemaah Haji 2026
Antisipasi Risiko Kesehatan di Tengah Kepadatan Jemaah
Langkah perluasan ini dinilai sangat penting mengingat kawasan Mina menjadi salah satu pusat aktivitas jemaah saat fase mabit dan lontar jumrah berlangsung.
Pada periode tersebut, jutaan jemaah berkumpul dalam area terbatas dengan aktivitas fisik tinggi di bawah suhu panas yang ekstrem. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, kelelahan berat, gangguan pernapasan, hingga kondisi medis mendadak yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan kapasitas rumah sakit yang lebih besar dan fasilitas medis yang semakin modern, pemerintah Arab Saudi berharap pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih optimal bagi jemaah dari berbagai negara.
Baca Juga: Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Resmi Dibuka, Peluang Raih Gelar Doktor di Yogyakarta
Pengembangan Rumah Sakit Darurat Mina sekaligus menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam membangun sistem kesehatan haji yang lebih tanggap, modern, dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan medis selama musim haji.***