Khazanah
Rahman Abdullah

Sering Lelah Saat Haji? Begini Strategi Menjaga Stamina hingga Puncak Ibadah

Sering Lelah Saat Haji? Begini Strategi Menjaga Stamina hingga Puncak Ibadah

17 Mei 2026 | 17:02

Keboncinta.com-- Menjalankan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang tidak sedikit. Padatnya aktivitas, cuaca panas, hingga mobilitas tinggi di tengah jutaan jemaah membuat pengelolaan energi menjadi hal yang sangat penting.

Karena itu, jemaah dianjurkan memahami strategi menjaga stamina agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lebih nyaman, aman, dan tetap khusyuk hingga selesai.

Salah satu langkah utama yang perlu diterapkan adalah mengatur prioritas ibadah agar tenaga tidak cepat terkuras sebelum memasuki puncak prosesi haji.

Baca Juga: Bansos BPNT Mei 2026 Belum Masuk ke KKS? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

Dahulukan Rukun Haji, Kurangi Aktivitas yang Menguras Energi

Jemaah disarankan menerapkan prinsip fikih prioritas selama berada di Tanah Suci. Artinya, energi perlu difokuskan untuk menjalankan rukun haji yang wajib dibanding terlalu banyak melakukan ibadah sunnah yang berpotensi menguras stamina.

Di tengah kondisi fisik yang terus diuji, menjaga tenaga menjadi bagian penting agar ibadah utama dapat dijalankan secara maksimal.

Selain itu, aktivitas seperti belanja berlebihan maupun wisata ziarah sebelum seluruh prosesi haji selesai juga sebaiknya dibatasi. Aktivitas tambahan tersebut sering kali membuat tubuh cepat lelah dan berisiko mengganggu fokus saat menjalani rangkaian inti ibadah.

Baca Juga: Akselerasi Sertifikasi Guru Nasional 2026 Dorong Transformasi Kualitas Pendidikan Indonesia Menuju Standar Profesional Global

Ikuti Jadwal Lontar Jumrah agar Terhindar dari Kepadatan

Kepatuhan terhadap jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan oleh maktab menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan stamina.

Jutaan jemaah berkumpul di area Jamarat pada waktu tertentu sehingga kepadatan sulit dihindari. Berjalan kaki dalam kondisi berdesakan bukan hanya menguras energi, tetapi juga meningkatkan risiko cedera maupun kelelahan ekstrem.

Dengan mengikuti waktu yang telah diatur, jemaah bisa menjalankan ibadah secara lebih tertib dan mengurangi tekanan fisik di tengah keramaian.

Baca Juga: Angin Segar bagi Guru Non-ASN, Surat Edaran Mendikdasmen 2026 Jaga Keberlanjutan Pembelajaran di Tengah Kekurangan Tenaga Pendidik

Jangan Abaikan Pola Makan agar Terhindar dari Hipoglikemia

Selain mengatur aktivitas, menjaga pola makan juga menjadi faktor penting selama menjalankan ibadah haji.

Jemaah dianjurkan tetap makan tepat waktu meskipun sedang merasa lelah atau kurang cocok dengan menu katering yang tersedia. Kekurangan asupan makanan dapat menyebabkan kadar gula darah menurun atau hipoglikemia.

Kondisi ini sering menjadi penyebab jemaah merasa lemas, mudah pusing, bahkan pingsan saat menjalani aktivitas berat seperti tawaf maupun sa’i.

Mengonsumsi makanan bergizi dan cukup cairan akan membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalankan ibadah di cuaca panas.

Baca Juga: BKN Buka Suara soal Usulan Pengangkatan Seluruh Guru Non-ASN Jadi PNS, Pemerintah Soroti Beban Formasi dan Kesiapan Anggaran Nasional

Lakukan Peregangan Sebelum Tawaf dan Sa’i

Sebelum memulai ibadah yang membutuhkan aktivitas berjalan cukup panjang, seperti tawaf dan sa’i, jemaah juga disarankan melakukan peregangan ringan.

Langkah sederhana ini membantu otot menjadi lebih rileks, mengurangi risiko kram, dan menjaga tubuh tetap nyaman selama bergerak dalam waktu lama.

Dengan manajemen tenaga yang baik, ibadah haji diharapkan dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman sehingga jemaah bisa fokus menjalankan seluruh rangkaian ibadah hingga selesai dengan kondisi fisik yang tetap prima.***

Tags:
Jemaah haji indonesia Khazanah Islam haji Kesehatan

Komentar Pengguna