Berita
Hilmi An Naufal

Raih 140 Poin, SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional LCC Empat Pilar MPR RI 2026

Raih 140 Poin, SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional LCC Empat Pilar MPR RI 2026

30 Agustus 2026 | 07:39

Keboncinta — Tim SMA Negeri 2 Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berhasil meraih juara pertama Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026.

Gelar juara diraih setelah tim tersebut mengumpulkan nilai tertinggi pada babak final yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Dari tiga sesi perlombaan, SMAN 2 Katingan Kuala mencatatkan total 140 poin.

Perolehan tersebut mengungguli SMAN 8 Jakarta Selatan yang berada di posisi kedua dengan 75 poin. Posisi ketiga ditempati SMAN 1 Tanjung Selor dengan 70 poin, sedangkan SMAN 2 Kota Bogor berada di urutan keempat dengan 65 poin.

Persaingan menuju babak final melibatkan perwakilan sekolah dari 38 provinsi. Peserta diuji mengenai pemahaman Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, wawasan kebangsaan, konstitusi, logika, serta kemampuan bekerja sama dalam menjawab pertanyaan.

Perjalanan SMAN 2 Katingan Kuala menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Salah seorang anggota tim mengalami sakit sejak babak semifinal sehingga peserta lainnya harus melanjutkan pertandingan dengan keterbatasan personel.

Kondisi tersebut tidak membuat semangat tim menurun. Para siswa tetap menjaga konsentrasi, membagi tugas, dan mempertahankan kekompakan hingga berhasil mencatatkan nilai tertinggi pada babak penentuan.

Kemenangan tahun ini juga menjadi kebangkitan setelah SMAN 2 Katingan Kuala gagal melaju jauh pada kompetisi sebelumnya. Pada penyelenggaraan tahun lalu, sekolah tersebut harus berhenti pada babak penyisihan setelah kalah dari perwakilan Bengkulu.

Kepala SMAN 2 Katingan Kuala, Sumanto, menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil perjuangan para siswa, guru pembimbing, dan seluruh pihak yang mendukung proses persiapan.

Pembinaan tim dilakukan secara intensif dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Teknologi turut digunakan untuk membantu proses pendalaman materi dan simulasi pertandingan secara virtual.

Sekolah memanfaatkan papan tulis interaktif, koneksi internet Starlink, serta panel surya untuk menunjang pembimbingan. Fasilitas itu memiliki peran penting karena lokasi sekolah berada jauh dari pusat kegiatan pembinaan tingkat provinsi.

Salah seorang anggota tim, Riswati, mengungkapkan persiapan telah dilakukan sejak April 2026. Siswi kelas XII tersebut bersama rekan-rekannya melewati proses latihan panjang sebelum memperoleh kesempatan membawa nama Kalimantan Tengah pada tingkat nasional.

Prestasi SMAN 2 Katingan Kuala menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak harus menjadi penghalang bagi siswa daerah. Dukungan pendidik, akses teknologi, pembinaan yang konsisten, serta kemauan siswa untuk belajar dapat membuka peluang berprestasi pada tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut juga menjadi pembuktian bahwa pembelajaran mengenai konstitusi dan wawasan kebangsaan dapat dikemas secara kompetitif. Siswa bukan sekadar menghafal materi, melainkan dilatih memahami nilai persatuan, kehidupan demokratis, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Gelar juara nasional ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lainnya, khususnya di Kalimantan Tengah, untuk berani mengikuti kompetisi. Setiap siswa memiliki potensi berkembang apabila mendapatkan ruang, dukungan, dan pembinaan yang tepat.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna