Keboncinta — Lima siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bukittinggi berhasil memborong penghargaan dalam lomba baca puisi tingkat Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia tersebut berlangsung di Perpustakaan Umum Mr. Syafruddin Prawiranegara, Bukittinggi. Kegiatan menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya mengembangkan literasi dan kecintaan pelajar terhadap karya sastra.
Zakia Khazanah Ariva dari kelas VII.D berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Najla Syakira dari kelas VIII.I.
Tiga penghargaan berikutnya juga dibawa pulang siswa MTsN 1 Bukittinggi. Nakila Khafiq Riyanti dari kelas VIII.L memperoleh Harapan I, Azzamul Ikram dari kelas VII.A meraih Harapan II, sedangkan Rahmatul Aufa Syakila dari kelas VIII.C mendapatkan Harapan III.
Lomba tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas 23 pelajar jenjang sekolah dasar dan 17 pelajar tingkat sekolah menengah pertama. Para peserta dinilai berdasarkan kemampuan memahami puisi, penghayatan, ekspresi, artikulasi, intonasi, serta ketepatan menyampaikan pesan yang terdapat dalam karya.
Keberhasilan lima siswa menempati jajaran pemenang menunjukkan bahwa pembinaan sastra di lingkungan madrasah mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Membaca puisi tidak hanya mengandalkan keberanian tampil di atas panggung, tetapi juga membutuhkan pemahaman bahasa dan kemampuan menghidupkan makna setiap larik.
Persiapan menghadapi perlombaan biasanya melibatkan latihan pernapasan, pelafalan, penggunaan jeda, pengaturan volume suara, dan penguasaan ekspresi. Peserta juga harus mampu mengendalikan rasa gugup agar penampilan tetap konsisten di hadapan dewan juri dan penonton.
Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lainnya untuk mengikuti kegiatan literasi dan seni. Sekolah maupun madrasah mempunyai peranan penting dalam menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengenali bakatnya, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Kompetisi baca puisi juga menjadi sarana menanamkan rasa percaya diri serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Di tengah kuatnya penggunaan media digital, kegiatan semacam ini dapat membantu pelajar mempertahankan minat membaca, memahami karya sastra, dan mengenal kekayaan bahasa Indonesia.
Capaian MTsN 1 Bukittinggi sekaligus membuktikan bahwa prestasi peserta didik tidak terbatas pada bidang akademik. Seni, sastra, olahraga, dan keterampilan lainnya dapat menjadi ruang penting bagi pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.