Berita
Hilmi An Naufal

Kemenag Sulut Perkuat Kompetensi Guru PAI melalui Bimbingan Tahsin di Manado

Kemenag Sulut Perkuat Kompetensi Guru PAI melalui Bimbingan Tahsin di Manado

30 Agustus 2026 | 07:27

Keboncinta — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara mendorong peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam melalui pelaksanaan Bimbingan Tahsin Tilawatil Al-Qur’an di Kota Manado.

Kegiatan tersebut diikuti guru PAI yang mengajar pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga SMA dan SMK. Bimbingan dipusatkan pada perbaikan bacaan Al-Qur’an berdasarkan kaidah ilmu tajwid dan ketepatan pengucapan huruf atau makharijul huruf.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Rogaya Udin, menilai penguasaan bacaan Al-Qur’an merupakan salah satu kompetensi penting bagi guru PAI. Guru tidak hanya menyampaikan materi di ruang kelas, tetapi juga menjadi contoh langsung bagi siswa ketika membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

Kemampuan guru dalam memberikan contoh bacaan yang benar akan memengaruhi kualitas pemahaman siswa. Kesalahan pengucapan yang tidak diperbaiki sejak awal berpotensi diteruskan oleh peserta didik ketika belajar maupun mempraktikkan bacaan secara mandiri.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya dilakukan melalui penguatan teori pembelajaran. Keterampilan praktis yang berhubungan langsung dengan materi pendidikan agama juga perlu dilatih secara teratur.

Perwakilan Bidang Pendidikan Islam Kemenag Sulawesi Utara, Mustari Masloman, mendorong para peserta mengikuti bimbingan dengan sungguh-sungguh. Program tahsin menjadi kesempatan bagi guru untuk mengevaluasi bacaan sekaligus memperoleh pendampingan dari pengajar yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Bimbingan tersebut turut dihadiri pengawas PAI dan guru-guru dari berbagai sekolah di Kota Manado. Dua narasumber, Endhar Mokodongan dan Yuni H. Purnomo, dilibatkan untuk memberikan materi serta pendampingan kepada peserta.

Kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi antara Kementerian Agama, pengawas, dan guru PAI. Pertemuan langsung memungkinkan para pendidik bertukar pengalaman mengenai kendala yang mereka hadapi ketika mengajarkan bacaan Al-Qur’an di sekolah.

Tantangan pembelajaran di setiap jenjang tidak selalu sama. Guru sekolah dasar, misalnya, harus membangun kemampuan dasar dan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Pada jenjang berikutnya, guru dituntut membantu siswa memperbaiki bacaan sekaligus memahami kandungan dan penerapannya dalam kehidupan.

Kementerian Agama berharap kegiatan tahsin tidak berhenti sebagai program sesaat. Pelatihan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dinilai dapat memberikan dampak lebih besar karena guru memiliki kesempatan melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan menerapkan hasil pendampingan dalam pembelajaran.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya guru yang mengikuti kegiatan. Dampak paling penting terlihat dari perubahan kualitas pembelajaran di kelas serta meningkatnya kemampuan siswa membaca Al-Qur’an secara tepat, lancar, dan bertanggung jawab.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna